Sejarah Baru Gender Leadership di UIN Maliki Malang, Bukan Sekadar Historical
Kamis, 31 Juli 2025 - 12:12
Sejarah Baru Gender Leadership di UIN Maliki Malang, Bukan Sekadar Historical
Kamis, 31 Juli 2025 - 12:12 | 2146
Rektor baru UIN Maliki Maliki Malang Prof Dr Ilfi Nur Diana MSi CAHRM CRMP. Kamis (31/7/2025). (Humas UIN Maliki Malang for JN)
Jakarta, JN — Kantor Kementerian Agama RI menjadi saksi kesetaraan gender pada tataran pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang.
Secara resmi dan khidmat, Menteri Agama RI, Prof Dr H Nasaruddin Umar, dan disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, serta Inspektur Jenderal, Khairunnas melantik Prof Dr Ilfi Nur Diana MSi CAHRM CRMP sebagai Rektor UIN Maliki Malang.
Bunda Ilfi, karib ia disapa di kalangan civitas akademika UIN Maliki Malang per hari ini, Kamis (31/7/2025) untuk masa bakti 2025–2029 resmi menggantikan posisi rektor yang sebelumnya dijabat oleh Prof Dr HM Zainuddin MA.
Terpilihnya Bunda Ilfi, bukan sekadar tentang kesetaraan perempuan dan laki-laki saja, namun kualitas individual dan manajerial perempuan kelahiran Pasuruan Jawa Timur ini memang sangat mumpuni.
Latar belakang akademik Prof Ilfi memperlihatkan perpaduan antara keilmuan ekonomi, manajemen, dan pemahaman syariah yang kokoh.
Lulus dari IAIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Airlangga, serta sempat menempuh pendidikan di Australia, ia menjelma menjadi akademisi yang tidak hanya piawai dalam teori, tetapi juga tangkas dalam praktik manajerial.
Sertifikasi internasional di bidang sumber daya manusia dan manajemen risiko yang ia kantongi membuktikan bahwa ia terus mengasah diri dan menyesuaikan kompetensinya dengan tuntutan zaman globalisasi.
Selama dua periode menjabat sebagai Wakil Rektor AUPK, Prof Ilfi menunjukkan kapasitasnya dalam merancang dan mengimplementasikan kebijakan strategis.
Bunda Ilfi menjadi sosok sentral dalam perencanaan Kampus 3 UIN Malang dan pembentukan PMU untuk proyek kerja sama internasional dengan Bappenas.
Dari tangan lembutnya pula lahir sistem remunerasi berbasis kinerja dan indikator-indikator pengukuran kinerja yang memicu produktivitas dosen dan pegawai.
Langkah-langkah ini tak sekadar administratif, tetapi mencerminkan semangat perubahan menuju tata kelola kampus yang lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada capaian akademik serta pengakuan global.
Sebagai rektor perempuan pertama UIN Malang, Prof Ilfi membawa harapan baru. Ia bukan hanya representasi keberhasilan individu, tetapi juga simbol kemajuan institusional dan inklusivitas dalam dunia pendidikan tinggi Islam.
Dalam konteks Indonesia yang terus berjuang mewujudkan kesetaraan gender, kepemimpinan Prof Ilfi menjadi inspirasi bagi perempuan di seluruh penjuru negeri bahwa peran strategis dapat diemban dengan bermartabat dan bermakna.
Lebih dari itu, dengan pengalaman dan integritas yang ia miliki, Prof Ilfi diyakini mampu membawa UIN Malang ke level yang lebih tinggi—menjadi kampus berdaya saing internasional, tetapi tetap menjunjung nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. (**)
Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri