UMM Gandeng Ilmuwan Austria, Dorong Riset Bioreaktor Menuju Kelas Dunia
Rabu, 22 April 2026 - 03:44
UMM Gandeng Ilmuwan Austria, Dorong Riset Bioreaktor Menuju Kelas Dunia
Rabu, 22 April 2026 - 03:44 | 1113
Forum bertajuk “Sharing Session: Microbial Growth and Data Analysis” yang digelar pada Senin (20/4/2026). (Humas UMM for JN)
KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Upaya mengubah ruang laboratorium menjadi pusat inovasi kelas dunia kini semakin nyata dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang.
Kampus yang dikenal sebagai “Kampus Putih” ini menggandeng dua ilmuwan muda asal Austria untuk memperkuat kapasitas riset dosen eksakta melalui forum bertajuk “Sharing Session: Microbial Growth and Data Analysis” yang digelar pada Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Edo Damilyan, peneliti dari University of Vienna, yang mengulas konsep biologi sel dengan pendekatan unik.
Ia mengibaratkan sel mikroba sebagai sistem ekonomi dalam sebuah pabrik yang harus mengelola sumber daya secara efisien untuk bertahan hidup.
“Biologi sel mengandung banyak proses ekonomi, di mana sel mengubah input menjadi output di bawah batasan tertentu untuk memaksimalkan keuntungan pertumbuhannya,” jelas Edo.
Ia menekankan pentingnya memahami fase steady-state pada bakteri, terutama dalam penelitian farmasi dan biologi.
Kondisi stabil ini dinilai krusial untuk menghasilkan pengamatan yang akurat terhadap produksi metabolit aktif.
Edo juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi bioreaktor untuk meningkatkan presisi dan efisiensi eksperimen.
Sementara itu, Catalin Rusnac dari IMC Krems University melengkapi sesi dengan demonstrasi langsung penggunaan alat.
Ia memperkenalkan purwarupa RepliFactory, bioreaktor otomatis berbasis open-source yang mampu menjalankan eksperimen secara mandiri.
Dalam demonstrasinya, Catalin menunjukkan cara kerja sensor optical density (OD) yang memantau pertumbuhan sel melalui pancaran cahaya, serta sistem pengaturan cairan medium.
Teknologi ini memungkinkan peneliti mengontrol tingkat stres bakteri untuk mengamati mutasi genetik adaptif secara lebih akurat.
“Dengan alat ini, kita dapat menjalankan program eksperimen simulasi selama berminggu-minggu secara otomatis, dan memantaunya dari mana saja melalui koneksi internet,” ungkapnya.
Kehadiran ilmuwan Eropa tersebut menjadi bagian dari strategi UMM dalam memperkuat daya saing internasional. Wakil Rektor V UMM, Tri Sulistyaningsih, menyebut forum ini sebagai jembatan penting untuk meningkatkan kualitas metodologi riset dan sumber daya manusia.
“Pertemuan ini menjadi langkah awal. Harapannya, para dosen memiliki motivasi tinggi untuk melanjutkan studi doktoral di luar negeri,” ujarnya.
Senada, Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi, menegaskan bahwa riset ilmu eksakta akan menjadi ujung tombak publikasi kampus ke depan.
Ia mendorong para pengajar untuk memperluas wawasan global dan tidak hanya bergantung pada literatur lokal.
“Internasionalisasi tidak mungkin tercapai tanpa kapasitas, kemampuan teknis, dan wawasan yang benar-benar berskala global,” tegasnya.
Melalui kolaborasi ini, UMM membuka peluang kerja sama riset berkelanjutan dengan institusi pendidikan di Eropa, sekaligus memperkuat langkah menuju kampus berkelas dunia. (**)
Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri