UMM Tuan Rumah Forum Penguatan Humas PTS LLDIKTI VII, Bahas Strategi Komunikasi Berdampak
Kamis, 23 Juli 2026 - 12:16
UMM Tuan Rumah Forum Penguatan Humas PTS LLDIKTI VII, Bahas Strategi Komunikasi Berdampak
Kamis, 23 Juli 2026 - 12:16 | 1706
UMM jadi tuan rumah Forum Penguatan Humas PTS LLDIKTI Wilayah VII di Ruang Sidang Senat (RSS) Kampus Putih, Rabu (22/07/2026). (Humas UMM for JN)
KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi tuan rumah Forum Penguatan Humas Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII yang digelar di Ruang Sidang Senat (RSS) Kampus Putih, Rabu (22/07/2026).
Forum bertema "Strategi Kehumasan untuk Mewujudkan Diktisaintek Berdampak" ini mempertemukan praktisi humas perguruan tinggi untuk memperkuat strategi komunikasi publik di era digital.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kehumasan perguruan tinggi swasta dalam menghadapi perkembangan arus informasi yang semakin cepat sekaligus membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang efektif, adaptif, dan berdampak.
Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof Dr Dyah Sawitri SE MM mengapresiasi UMM sebagai tuan rumah yang dinilai memiliki ekosistem akademik yang mendukung kolaborasi antarkampus.
Menurutnya, humas memiliki peran penting dalam membangun citra dan reputasi perguruan tinggi sehingga harus didukung kemampuan public relations yang kuat.
"Di lingkungan PTS Wilayah VII ini, seluruh kampus harus selalu solid dan tangguh. Jadikan setiap dinamika perubahan sebagai kekuatan untuk membentuk kehumasan yang produktif dan menjadi agen perubahan bernilai tambah bagi masyarakat luas," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Doddy Zulkifli Indra Atmaja SIKom MSi menekankan pentingnya transformasi pola komunikasi publik di lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, publikasi tidak lagi cukup berfokus pada kegiatan seremonial, melainkan harus mampu menghadirkan narasi yang menunjukkan dampak nyata suatu program kepada masyarakat.
"Humas di era sekarang tidak hanya dituntut menghasilkan banyak rilis publikasi, tetapi juga memastikan pesan tersebut dipahami, mampu mengubah persepsi, dan membangun kepercayaan publik," kata Doddy.
Sementara itu, Kepala Humas UMM Periode 2022–2025, Dr M Isnaini MPd menyampaikan bahwa keberhasilan komunikasi eksternal berawal dari terciptanya budaya kerja internal yang sehat.
Ia menilai pimpinan humas harus mampu membangun kolaborasi lintas generasi, mengakomodasi kreativitas, serta responsif dalam menghadapi potensi krisis komunikasi.
"Humas Kampus Putih merupakan tameng sekaligus wajah terdepan kampus. Karena itu, suasana kerja yang suportif dan humanis perlu dibangun agar komunikasi kepada publik tetap menyejukkan, terkendali, dan sesuai perkembangan zaman," tuturnya.
Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik SE MSi menambahkan bahwa komunikasi publik yang baik harus dibangun di atas etika dan strategi yang tepat.
Menurutnya, penyampaian keunggulan perguruan tinggi harus dilakukan secara elegan agar dapat diterima masyarakat secara utuh.
"Menyampaikan kebenaran atau keunggulan perguruan tinggi harus dibarengi strategi komunikasi dan etika yang tepat sehingga pesan tersebut dapat diterima dengan baik oleh masyarakat," ujarnya.
Melalui forum ini, UMM bersama LLDIKTI Wilayah VII berharap sinergi antarkampus tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut dalam implementasi budaya kerja kehumasan yang inovatif.
Para praktisi humas diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga reputasi institusi, membangun kepercayaan publik, dan memberikan dampak positif bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia. (**)
Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri