Angka Kecelakaan di Batu Menurun, Maraknya Tumpahan Solar Jadi Ancaman
Senin, 27 Juli 2026 - 07:38
Angka Kecelakaan di Batu Menurun, Maraknya Tumpahan Solar Jadi Ancaman
Senin, 27 Juli 2026 - 07:38 | 2037
Ilustrasi kecelakaan lalu-lintas. Selasa (27/07/2026). (AI)
KOTA BATU, jurnalnusa.com — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batu mencatat angka kecelakaan lalu lintas sepanjang 2026 menunjukkan tren menurun dibandingkan periode sebelumnya.
Meski demikian, faktor kelalaian pengendara masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan di wilayah hukum Polres Batu.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu, Ipda Agus Atang Wibowo SH mengatakan hingga akhir Juni 2026 telah terjadi 183 kasus kecelakaan lalu lintas dengan 14 korban meninggal dunia.
Sementara pada periode hingga Juli 2025 tercatat 263 kasus kecelakaan dengan 32 korban meninggal dunia.
"Rata-rata penyebab kecelakaan lalu lintas masih didominasi faktor kelalaian pengendara," ujar Agus.
Sementara itu, KBO Satlantas Polres Batu, Ipda Didik Choirul, mengungkapkan dalam sepekan terakhir terjadi sekitar tujuh kecelakaan yang dipicu tumpahan solar di badan jalan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sebagian besar korban mengalami luka ringan.
Menurut Didik, Satlantas Polres Batu telah berkoordinasi dengan sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk mengingatkan para pengemudi agar lebih disiplin melakukan pengecekan prosedur pengisian solar sehingga tidak terjadi kebocoran atau tumpahan yang membahayakan pengguna jalan lain.
Selain itu, Satlantas Polres Batu mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan kendaraan yang meneteskan atau menumpahkan solar di jalan.
Laporan dapat disampaikan dengan mencatat nomor polisi kendaraan dan melaporkannya ke Polsek terdekat atau melalui layanan Call Center 110.
Polres Batu berharap peran aktif masyarakat serta meningkatnya kedisiplinan pengendara dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas dan menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Batu. (*)
Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri