Loading...

Pengunjung

Bangunan Sekolah Satu Atap di Kota Batu Diusulkan Ahli Geoteknologi Direlokasi

admin

admin

Rabu, 03 April 2024 - 22:41

438 | Bagikan

Bangunan Sekolah Satu Atap di Kota Batu Diusulkan Ahli Geoteknologi Direlokasi

admin - Peristiwa Daerah

Rabu, 03 April 2024 - 22:41 | 438

Ahli Geoteknologi Usulkan Relokasi bangunan sekolah satu atap usai Bencana Tanah Gerak di Dusun Brau, Desa Gunungsari. Kamis (4/4/2024). (Prokopim for JN)

Kota Batu, JN – Pasca bencana tanah gerak di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada Sabtu (16/3/2024) lalu, ahli Geoteknologi usulkan relokasi bangunan gedung sekolah satu atap.

Penting diketahui, bencana tanah gerak tersebut mengakibatkan 10 rumah warga, tepatnya di RT 01 RW 10, dan sekolah satu atap, bahkan jalan desa mengalami keretakan, dengan dimensi 10 hingga 18 sentimeter.

Ahli Geoteknologi Politeknik Negeri Jakarta, Putera Agung, membeberkan hasil analisanya terhadap kondisi Dusun Brau berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan timnya beberapa waktu yang lalu.

"Dari hasil tersebut ditemukan aquifer yang besar dibawah lapisan tanah yang ada di Dusun Brau," papar dia.

Untuk itulah, Putera merekomendasikan untuk merelokasi sebagian wilayah yang berada di zona yang sudah dipetakan sesuai dengan kerawanannya.

"Kami mengukur tekanan air pori dibawah dan ada aquifer yang besar, jika tidak didukung dengan kondisi tanah dan kami merekomendasikan untuk mereduksi dengan relokasi dan mengembalikan fungsi alamnya dengan menanam tanaman keras, seperti cemara dan pinus sebagai daerah resapan," katanya.

Selama ini untuk diketahui, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan relokasi area dan bangunan terdampak.

Disampaikan Kepala BPBD, pihaknya bersama warga sudah melakukan penutupan jalan aspal yang retak dengan menggunakan cor.

“Untuk tindak lanjut, BPBD mendorong adanya alih fungsi kawasan rawan tanah gerak agar segera mendapat tindak lanjut," harap Agung Sedayu.

Pasalnya, dari hasil kajian PVMBG, BPBD Provinsi dan Geologi UB yang telah dilakukan sejak terjadi tanah gerak beberapa tahun lalu, kawasan tersebut memang tidak direkomendasikan untuk ditempati karena kondisi tanah yang labil

Aries, mengungkapkan akan segera mencarikan solusi agar bisa mencarikan tempat relokasi yang tidak jauh dari Dusun Brau.

"Maka kami mencarikan solusi bersama camat dan kades agar bisa mendapatkan tanah yang tidak jauh dari sekolah yang lebih aman sehingga bisa kita bangun sekolah baru," tambahnya.

Pj. Wali Kota Batu itu juga berharap masyarakat memahami resiko tinggi yang ditimbulkan apabila anak-anak tetap bertahan disekolah satu atap.

"Kami berharap para orang tua dan masyarakat memahami resiko yang ditimbulkan apabila anak-anaknya tetap bertahan disekolah satu atap tersebut," jelas Aries

Demikian juga 10 rumah warga yang ikut terdampak harus ada solusi terbaik agar warga mendapatkan tanah relokasi yang aman dan tidak membahayakan hidup mereka yang nantinya bisa difasilitasi pemerintah.

"Kejadian ini hampir tiap tahun maka harus menjadi perhatian kita bersama. Semakin cepat semakin baik, 10 rumah juga akan dikaji secara utuh seperti apa," tandas Aries.

Dampak terhadap lingkungan, dipastikan Pemkot Batu akan relokasi pelayanan dasar seperti sekolah terlebih dahulu yang paling utama. (**)

Pewarta: Maria Ulfa
Editor: Doi Nuri