Malam Takbir Idulfitri, Puluhan Rumah di Mojoanyar Kebanjiran Akibat Tanggul Sungai Jebol
Jumat, 20 Maret 2026 - 20:14
Malam Takbir Idulfitri, Puluhan Rumah di Mojoanyar Kebanjiran Akibat Tanggul Sungai Jebol
Jumat, 20 Maret 2026 - 20:14 | 1123
Bencana banjir melanda Kabupaten Mojokerto tepat malam takbir. Jumat (20/3/2026). (ADV)
KABUPATEN MOJOKERTO, jurnalnusa.com — Malam Idulfitri yang seharusnya penuh suka cita berubah menjadi duka bagi warga Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Puluhan rumah terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Sadar, Jumat (20/3/2026) malam.
Bencana terjadi sekitar pukul 19.00 WIB setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam durasi cukup lama.
Debit air Sungai Sadar meningkat drastis hingga akhirnya tanggul tidak mampu menahan arus dan jebol, menyebabkan air meluap ke permukiman warga.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Mojokerto, dua dusun yang terdampak cukup parah adalah Dusun Kuripan dan Dusun Balongcangkring.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, menjelaskan bahwa di Dusun Kuripan terdapat sekitar 56 rumah terdampak dengan 105 jiwa, sementara di Dusun Balongcangkring mencapai 90 rumah dengan 170 jiwa terdampak.
“Selain permukiman, banjir juga merendam area persawahan sekitar 22 hektare di Kuripan dan 18 hektare di Balongcangkring,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026) dini hari.
Ketinggian air di dalam rumah warga dilaporkan mencapai 30 hingga 50 sentimeter, sedangkan di jalan desa berkisar antara 80 hingga 100 sentimeter.
Kerusakan juga terjadi pada tanggul sungai di Dusun Balongcangkring dengan panjang jebol sekitar 15 meter dan lebar 6 meter.
Tim gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD mengevakuasi warga menggunakan perahu fiber ke tempat yang lebih aman.
“Sejumlah warga telah dievakuasi ke balai dusun, sementara sebagian lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat,” tambah Abdul Khakim.
Hingga pukul 22.00 WIB, kondisi air dilaporkan masih mengalami kenaikan secara perlahan.
Petugas dari BPBD bersama unsur kepolisian, TNI, PMI, FPRB, perangkat desa, serta relawan dan warga setempat masih bersiaga di lokasi guna mengantisipasi potensi banjir susulan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap potensi bencana tetap diperlukan, bahkan di tengah momentum hari besar keagamaan.
Warga diimbau untuk terus memantau perkembangan situasi dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. (**)
Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri