Panitia Turnamen Badminton Wali Kota Batu Open 2025 Coreng Wajah Cak Nur
Rabu, 12 November 2025 - 07:58
Panitia Turnamen Badminton Wali Kota Batu Open 2025 Coreng Wajah Cak Nur
Rabu, 12 November 2025 - 07:58 | 1674
Audiensi selisih hadiah antara panitia dan para juara di kantor Bapenda Kota Batu. Selasa (11/11/2025). (ADV)
Kota Batu, JN — Perhelatan Turnamen Badminton Wali Kota Batu Open 2025 telah usai, namun masih menyisakan persoalan selisih hadiah yang diterima para juara.
Hadiah yang diserahkan secara langsung oleh Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto kepada para juara di Gedung Olahraga (GOR) Ganesha Batu pada Ahad malam, 9 November 2025 lalu.
Namun nominal hadiah, dirasa oleh para juara tidak sesuai dengan pamflet yang beredar yakni total hadiah Rp65 juta, namun total yang diterima hanya separuh.
Perwakilan dari klub Persatuan Bulutangkis (PB) RAZZ, Anang merasa kecewa atas tindakan panitia, dan dinilai mencoreng martabat Wali Kota Batu yang digunakan sebagai tajuk turnamen.
"Nama Bapak Wali Kota Batu otomatis tercoreng dengan tindakan panitia semacam ini. Hadiah yang diberikan tidak sesuai," tegasnya. Selasa (11/11/2025) malam.
Agenda audiensi di kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu, dikatakan Anang adalah i'tikad panitia untuk menutup selisih hadiah.
"Aneh, di awal penyampaian ketua panitia Pak Imam mengatakan jika perubahan anggaran itu karena anggaran tidak cukup, lalu tiba-tiba sekarang mau menutupi anggaran, dana dari mana?," ungkap Anang.
Ia lantas menegaskan, bahwa seluruh atlet yang juara akan mengembalikan hadiah langsung kepada Wali Kota Batu Nurochman.
"Kami masih akan koordinasi lagi dengan kawan-kawan atlet juara yang lain, untuk menentukan mekanisme dan waktu penyerahan," tukas dia.
Sementara itu, ketua panitia Turnamen Badminton Wali Kota Batu Open 2025 Imam Syafi'i membenarkan jika memang pamflet yang beredar memang tidak sesuai dengan opsi anggaran yang sebenarnya.
"Jadi dalam turnamen ini kami memiliki 4 opsi anggaran hadiah, yang berada di pamflet itu opsi ke 2, tapi karena anggaran tidak cukup kami menggunakan opsi ke 4" katanya.
Terkait reaksi para wali atlet juara yang akan mengembalikan uang hadiah kepada wali kota, ia hanya bisa pasrah.
"Ya mau bagaimana lagi, kami tidak bisa melarang, tapi faktanya memang ada miss komunikasi, dan hari ini kami akan memenuhi selisih hadiah, namun ditolak," pungkas dia. (*)
Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri