Loading...

Pengunjung

Pemdes Tambakan Kabupaten Blitar, Belajar Pengolahan Sampah di Kelurahan Temas

admin

admin

Sabtu, 08 Februari 2025 - 19:14

1888 | Bagikan

Pemdes Tambakan Kabupaten Blitar, Belajar Pengolahan Sampah di Kelurahan Temas

admin - Peristiwa Daerah

Sabtu, 08 Februari 2025 - 19:14 | 1888

TPS3R Kelurahan Temas menjadi acuan belajar pengolahan sampah oleh Pemdes Tambakan Kabupaten Blitar. Sabtu (8/2/2025) siang. (Doi/JN)

Kota Batu, JN – Keberhasilan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) 'Temas SAE Bersatu' dalam menanggulangi permasalahan sampah, dijadikan referensi resmi Pemerintah Desa (Pemdes) Tambakan, Kabupaten Blitar.

Sekira 20 orang perangkat desa dan pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar itu melakukan Study Banding ke Kelurahan Temas Kecamatan Batu, Kota Batu pada Sabtu (8/2/2025) siang.

Kepala Desa Tambakan Drs Mohamad Mujib, menyampaikan, study banding ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan kapasitas BPD dan perangkat desa untuk mempelajari teknik pengolahan sampah.

"Saya kira, dengan kawan-kawan melihat langsung proses pengolahan sampah pada TPS 3R 'Temas SAE Bersatu' ini, bisa menjadi acuan kami untuk menganggarkan, dan melaksanakan pengolahan sampah mandiri," katanya.

Mujib menyampaikan, bahwa dalam upaya pengolahan sampah di wilayahnya, masih belum bisa dilakukan secara maksimal.

"Desa Tambakan masih banyak memiliki lahan-lahan kosong, jadi masih banyak sampah yang ditimbun dan dibakar. Hal ini yang ingin kami carikan solusinya," imbuh Mujib.

Untuk menangani permasalahan sampah ini, Mujib memandang barang tentu harus memiliki sebuah mesin atau alat pengolah sampah. Maka ia memutuskan untuk mempelajari manajemen pengolahan sampah yang sudah berhasil.

"Jujur saja, anggaran dana desa untuk kami hanya sebesar Rp700 juta pertahunnya. Masalah anggaran inilah yang perlu kami diskusikan,bagaimana agar dapat memiliki mesin atau alat pengolahan sampah, " terang dia.

Sementara Asmuni, Ketua BPD Desa Tambakan menambahkan, jika pengetahuan dan informasi yang mereka peroleh dari Kelurahan Temas ini akan menjadi acuan untuk diterapkan di desa mereka.

"Jika memungkinkan akan kita ikuti, jika belum bisa maka kita mulai dari awal dulu dengan menyadarkan masyarakat tentang sampah bagaimana penanganannya, setelah itu nanti kita akan mendatangkan tenaga teknisnya dari Kota Batu, " ujar Asmuni.

Terkait kesadaran masyarakat, Asmuni mengakui jika kesadaran masyarakat Desa Tambakan sudah besar. Hanya saja, hal tersebut tidak diimbangi dengan tindakan benar.

"Desa Tambakan belum memiliki TPS 3R karena kurangnya pembiayaan. Untuk pembangunannya butuh biaya besar, tapi saat ini mulai dari tahap awal saja," tukas dia.

Adi Santoso ST selaku Lurah Temas Adi menyambut baik kedatangan rombongan dari perangkat desa dan BPD tersebut.

"Kami sudah berdiskusi dan saling evaluasi, juga bertukar pikiran. Persoalan sampah memang kita harus terus mengembangkan pola pikir, juga sosialisasi ke masyarakat harus dilakukan," kata Adi. 

Penyadaran ke masyarakat dirasa Adi sangat penting. Ia mencontohkan, jika di Kelurahan Temas terdapat beberapa RW yang mandiri sampah, mengolah sampahnya sendiri tingkat RW masing-masing dengan harapan mengurangi timbunan sampah di Temas.

Selanjutnya, penyiapan lahan serta sarana prasarana, menurut Adi juga harus disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing lokasi pengolahannya, tidak semua sama kebutuhannya.

” Kami sampaikan tadi, yang penting lahan kita siapkan dulu, kalau lahan sudah siap maka pengolahan dapat dilakukan di lahan yang sudah disiapkan oleh desa,” tambahnya.

Adi menyinggung masalah lahan, dikatakan dia arena di Kota Batu yang paling banyak potensi sampah ada di Kelurahan Temas dan Kelurahan Sisir karena jumlah penduduknya banyak.

"Maka kami membagi agar mesin tidak over capasity, kalau semuanya masuk ke TPS 3R maka tidak akan cukup dengan lahan yang seluas 500 meter ini tidak akan mampu dengan jumlah penduduk 18.500 jiwa," Pungkas Adi Santoso. (*)

Pewarta: Zara Putri Islamia Aiska
Editor: Doi Nuri