Loading...

Pengunjung

Pemkot Malang Usulkan Penambahan Koridor Trans Jatim untuk Perkuat Konektivitas Malang Raya

admin

admin

Selasa, 21 April 2026 - 18:00

1102 | Bagikan

Pemkot Malang Usulkan Penambahan Koridor Trans Jatim untuk Perkuat Konektivitas Malang Raya

admin - Peristiwa Daerah

Selasa, 21 April 2026 - 18:00 | 1102

Antusiasme masyarakat atas Bus Trans Jatim cukup tinggi, hingga dianggap perlu ada penambahan koridor. Selasa (21/4/2026). (Doi/JN)

KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Pemerintah Kota Malang mendorong penguatan transportasi publik lintas wilayah dengan mengusulkan penambahan koridor layanan Trans Jatim kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan langsung usulan tersebut kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Penambahan dua hingga tiga koridor dinilai penting untuk menunjang mobilitas masyarakat di kawasan Malang Raya yang mencakup Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.

Menurut Wahyu, pola pergerakan warga kini tidak lagi terbatas dalam satu wilayah administratif. Aktivitas harian masyarakat banyak melibatkan perjalanan antardaerah, sehingga membutuhkan sistem transportasi yang terintegrasi.

“Saya minta ada dua atau tiga koridor tambahan, karena pergerakan masyarakat itu tidak hanya di dalam kota, tapi juga dari luar daerah,” ujarnya.

Ia mencontohkan kawasan pusat aktivitas seperti Alun-alun Kota Malang dan Kayutangan yang menjadi magnet pengunjung dari luar kota.

Tingginya mobilitas di titik tersebut dinilai perlu diimbangi layanan transportasi publik yang terhubung antarwilayah.

“Pergerakan di kawasan itu banyak dari luar kota, jadi perlu konektivitas yang lebih baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wahyu menilai skema layanan berbasis koridor antarwilayah seperti Trans Jatim lebih efektif dibandingkan konsep Buy The Service (BTS) yang sebelumnya diterapkan untuk transportasi dalam kota.

“Waktu saya masih Pj, BTS dalam kota kurang optimal,” paparnya.

Sejumlah rute strategis diusulkan untuk menghubungkan simpul penting di Malang Raya, di antaranya jalur Terminal Arjosari menuju Bandara Abdul Rachman Saleh, kemudian terkoneksi ke pusat Kota Malang, Kepanjen, hingga Kota Batu.

Alternatif lain mencakup koridor kawasan Hamid Rusdi menuju Singosari.

Menurutnya, ketersediaan armada saat ini masih memadai, sehingga pengembangan difokuskan pada perluasan jaringan layanan agar jangkauan semakin luas.

Wahyu juga menegaskan bahwa pengembangan koridor Trans Jatim tidak akan membebani anggaran daerah Kota Malang karena mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, keberadaan layanan ini disebut telah menunjukkan dampak positif dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, terutama saat periode libur panjang seperti Natal dan Tahun Baru.

“Trans Jatim kemarin saat Nataru sangat membantu, banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi,” ujarnya. (**)

Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri