Danny Agung Prasetyo Dorong Pelestarian Budaya dalam Serap Aspirasi di YPAC Malang
Rabu, 19 Februari 2025 - 08:17
Serap Aspirasi Anggota Komisi A DPRD Kota Malang Tahun 2025 Danny Agung Prasetyo. Selasa, (18/2/2025). (Zara/JN)
Kota Malang, JN – Anggota Komisi A DPRD Kota Malang, Danny Agung Prasetyo, menggelar kegiatan reses tahun 2025 di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang.
Berlangsung di kantor YPAC Malang di Jalan Raden Tumenggung Suryo Nomor 39 Malang, berbagai elemen masyarakat hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Danny menyoroti pentingnya pelestarian budaya melalui program Derma Budaya Uri-Uri Budoyo.
Hal terkait budaya, disebut Danny mencakup beberapa aspek kebudayaan seperti bantengan, kuda lumping, serta pelestarian situs punden.
“Di tempat saya, Pandanwangi, banyak situs-situs punden. Saya dididik untuk menghormati leluhur, sehingga dalam reses ini saya ingin menyoroti pelestarian budaya tersebut,”ujar Danny.

Meskipun pelestarian budaya bukan merupakan bagian dari tugas pokok Komisi A, Danny menegaskan bahwa dirinya akan berkoordinasi dengan anggota Fraksi Gerindra di komisi terkait untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
“Saya adalah Ketua Fraksi Gerindra Kota Malang. Tidak ada salahnya jika saya meminta tolong kepada anggota fraksi di komisi terkait agar aspirasi ini bisa segera direalisasikan,” tambahnya.
Sebagai Pembina Kebudayaan Kecamatan Blimbing, Danny juga menyatakan optimisme terhadap program-program kebudayaan yang akan datang.

Ia mengungkapkan bahwa dalam pokir (pokok-pokok pikiran) tahun 2026, banyak permintaan untuk pengadaan alat musik bantengan dan kuda lumping.
Selain itu, dalam upaya merawat situs punden, Danny telah melakukan Pavingisasi di sekitar area pemakaman di Pandanwangi.
“Langkah ini bukan karena saya percaya hal-hal syirik, tetapi sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur,” jelasnya.

Menanggapi fenomena perkembangan musik dalam seni budaya, termasuk penggunaan DJ dalam pertunjukan bantengan, Danny menilai bahwa hal tersebut adalah bagian dari perkembangan zaman.
Namun, ia tetap menekankan pentingnya ketaatan terhadap aturan, termasuk izin dari kepolisian dalam setiap penyelenggaraan acara budaya.
“Harapan saya, budaya Kota Malang tetap jaya dan tidak kalah oleh budaya luar yang masuk,” pungkasnya. (*)
Pewarta : Zara Putri Islamia Aiska
Editor : Doi Nuri