Loading...

Pengunjung

Perjuangan Anak Nelayan, Kini Menjadi 'Pelayanan' Masyarakat Kabupaten Situbondo

admin

admin

Jumat, 10 Januari 2025 - 19:22

1250 | Bagikan

Perjuangan Anak Nelayan, Kini Menjadi 'Pelayanan' Masyarakat Kabupaten Situbondo

admin - Politik

Jumat, 10 Januari 2025 - 19:22 | 1250

Yusuf Rio Wahyu Prayogo-Ulfiah sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Sabtu (11/1/2025). (Kontributor Situbondo for JN)

Kabupaten Situbondo, JN – Hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 pada 27 November 2024 lalu, menyatakan kemenangan pasangan Yusuf Rio Wahyu Prayogo-Ulfiah.

Puncaknya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Situbondo, pada Kamis 9 Januari 2025 selumbari secara resmi menetapkan Pasangan Calon (Paslon) 01 itu sebagai Bupati dan Wakil Bupati Situbondo.

Uniknya, Wakil Bupati Situbondo Ulfiah yang merupakan putri seorang nelayan itu, sebelumnya sempat gagal pada pencalonan legislatif pada 2024 lalu.

Perempuan berusia 40 tahun warga Desa Jangkar itu sudah menjadi perbincangan masyarakat Kota Santri Situbondo.

Sempat kalah dalam pencalonan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dapil 3 Situbondo malah terpilih menjadi calon wakil Bupati Situbondo.

Ulfiah dengan bangga mengaku jika dirinya putri nelayan. Bahkan hingga saat ini tidak meninggalkan pekerjaannya dalam menafkahi rumah tangga.
 

“Saya anak nelayan, sekarang bapak saya tetap kerja di selerek Mimbo,” tegas Ulfi.
 

Kata Ulfi, saat menempuh pendidikan di Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo tak pernah berangan-angan menjadi pejabat.
 

Namun, pada saat Presiden Gus Dur dating ke Sukorejo, Ulfi terpilih untuk menjadi pagar betis mengawal kedatangan Gusdur.
 

“Kalau berangan-angan jadi pejabat tidak pernah saat mondok. Tapi saat ada Gus Dur kunjungan ke pondok, saya sempat berfoto sama teman-teman di depan mobil Gus Dur dan mengatakan selamat bertemu di kursi parlemen. Itu yang saya ingat dan foto itu tetap saya simpan,” ujar Ulfi. 

Ulfi berpesan kepada semua pemuda Kota Santri agar tetap semangat mencari ilmu dan harus memiliki cita-cita yang tinggi.
 

Sebab, tidak ada yang tahu orang yang di masa muda bukan siapa-siapa saat dewasa menjadi orang yang dibutuhkan banyak orang.

"Pemimpin tidak harus lahir dari orang kaya, tapi pemimpin dapat dibentuk dan diasah,” pungkas Ulfiyah. (***)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Redaksi