Loading...

Pengunjung

Program Hari Fraksi Jadi Jembatan Fraksi PKB dan Masyarakat Kota Batu Urai Persoalan

admin

admin

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:45

1085 | Bagikan

Program Hari Fraksi Jadi Jembatan Fraksi PKB dan Masyarakat Kota Batu Urai Persoalan

admin - Politik

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:45 | 1085

Fraksi PKB menerima aduan masyarakat terkait berbagai permasalahan di "Rumah Aspirasi Wong mBatu”. Jumat (15/5/2026). (Doi/JN)

KOTA BATU, jurnalnusa.com — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Batu terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat melalui program Hari Fraksi.

Bertempat di "Rumah Aspirasi Wong mBatu” Kantor DPC PKB Kota Batu, para wakil rakyat ini menampung aspirasi masyarakat setiap hari Jumat.

Program ini menjadi ruang terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan publik secara langsung kepada wakil rakyat.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Jumat (15/5/2026) pukul 09.00–11.00 WIB itu, sedikitnya lima aduan dan permohonan masyarakat diterima anggota dewan.

Beragam persoalan mengemuka, mulai dari infrastruktur, pengembangan ekonomi masyarakat, hingga legalitas kelompok kesenian lokal.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Batu, HM Didik Subianto menegaskan, Rumah Aspirasi Wong mBatu merupakan upaya nyata fraksinya dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah.

Salah satu isu yang menjadi perhatian serius adalah rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Simpang Empat Patih.

Menurutnya, mayoritas pedagang pada prinsipnya mendukung program penataan pemerintah menuju “MBatu Sae”, selama pemerintah juga memberikan kepastian tempat usaha yang layak dan permanen.

“Alhamdulillah, warga di Simpang Empat Patih pada dasarnya sangat mendukung program pemerintah menuju MBatu Sae. Mereka sepakat untuk direlokasi, asalkan dicarikan tempat permanen yang layak untuk menyambung hidup,” ujar Haji Bianto.

Ia menjelaskan, Fraksi PKB saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Diskumdag, DLH, hingga bagian aset Pemerintah Kota Batu guna mencari solusi terbaik bagi para pedagang.

Beberapa alternatif lokasi relokasi pun mulai mengemuka dari usulan para PKL, di antaranya lahan tandon air PDAM serta lahan milik Polres Batu yang berada di belakang SPPG Patih.

“Ada usulan tempat di lahan tandon air PDAM serta di lahan milik Polres Batu yang berada di belakang SPPG Patih. Ini akan terus kami komunikasikan agar nasib ekonomi warga tetap terjaga,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota Fraksi PKB DPRD Kota Batu, Dewi Kartika menambahkan bahwa setiap aspirasi masyarakat yang masuk langsung dipetakan berdasarkan tingkat urgensinya agar penanganannya lebih efektif.

Menurutnya, ada persoalan yang bisa langsung diberikan solusi, ada yang membutuhkan koordinasi lintas instansi, dan ada pula yang harus diperjuangkan melalui forum resmi DPRD.

“Terkait PKL Patimura, sempat ada miskomunikasi soal sosialisasi, namun hari ini sudah klir. Yang terpenting bagi pedagang adalah kepastian tempat untuk melanjutkan usaha,” jelasnya.

Melalui program Rumah Aspirasi Wong mBatu ini, Fraksi PKB berharap penyelesaian persoalan sosial dan pembangunan di Kota Batu dapat berlangsung lebih cepat dan tepat sasaran dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara langsung setiap pekannya.

Program tersebut dibuka rutin setiap Jumat pukul 09.00 hingga 11.00 WIB di Kantor DPC PKB Kota Batu, Jalan Samadi.

Warga dapat menyampaikan berbagai persoalan publik, mulai dari infrastruktur, persoalan PKL, ekonomi kemasyarakatan, hingga persoalan sosial lainnya. (*)

Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri