Loading...

Pengunjung

Sebut UKT Capai 40 Juta, Firhando Gumelar 'Ngawur' saat Bantah Program 50 Sarjana per Desa

admin

admin

Sabtu, 09 November 2024 - 08:17

3330 | Bagikan

Sebut UKT Capai 40 Juta, Firhando Gumelar 'Ngawur' saat Bantah Program 50 Sarjana per Desa

admin - Politik

Sabtu, 09 November 2024 - 08:17 | 3330

Firhando Gumilar salah sebut angka UKT saat bantah jawaban Nurochman. Sabtu (9/11/2024). (Doi/JN)

Kota Batu, JN – Debat publik kedua Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 di Kota Batu, Jumat (8/11/2024) malam berjalan panas di Hall Utama Singhasari Resort & Hotel.

Salah sebut nominal Uang Kuliah Tunggal (UKT) saat menyanggah jawaban Pasangan Calon (Paslon) 01 Nurochman-Heli, Mas Gum dinilai 'ngawur' dalam memaparkan data.

Kronologinya ketika Pasangan Calon (Paslon) 01 Nurochman-Heli menguraikan program 13 tahun wajib belajar dan 50 sarjana per desa dari pendidikan anak usia dini dari presiden terpilih Prabowo Subianto misalnya, mendapatkan bantahan kerasa dari Paslon 02 Firhando Gumilar-H Rudi.

Cak Nur menyampaikan, program tersebut diturunkan menjadi program daerah dengan tambahan beasiswa perguruan tinggi. Bahkan ia mencanangkan program ini di Kota Batu.

Paslon 02 Gumilar-Rudi tentang realisasi 50 sarjana yang biayanya cukup tinggi. Dikatakan Gum,  jika 50 sarjana per desa dengan 24 desa dan kelurahan maka ada 1.200 sarjana per tahun.

Lantas Gum berasumsi, biaya UKT di perguruan tinggi cukup tinggi antar Rp 40 juta – Rp 50 juta. Sehingga dengan total 1.200 sarjana, maka dibutuhkan Rp 4 triliun.

Sementara, sumber valid dari Universitas Brawijaya Malang di https://selma.ub.ac.id menyebutkan jika semua jurusan memiliki UKT yang sama.

Untuk kategori UKT Kelompok 1 sebesar Rp 500.000 dan UKT kelompok 2 sebesar Rp 1.000.000. Misalnya untuk Jurusan Kedokteran, tahun 2023 dulu UKT tertinggi mencapai Rp 23.450.000. Sementara pada tahun 2024 UKT maksimal mencapai Rp 33.000.000.

Nurochman-Heli menyatakan akan ada skema pendukung pembiayaan yang tidak hanya bergantung pada APBD, melainkan dana beasiswa program pusat, hingga CSR perusahaan.

"Nantinya Pemkot Batu juga bisa melakukan kemitraan dengan perguruan tinggi dan juga dengan perusahaan-perusahaan melalui program CSR-nya," kata Nurochman.

Paslon dengan slogan SAE ini juga mengurai persoalan serapan dari pendidikan. Hal ini usai mendapat pertanyaan dari paslon 3 Krisdayanti-Dewa tentang bagaimana lulusan Kota Batu bisa bekerja.

Nurochman dalam hal ini menyampaikan bahwa program pendidikan sudah dipertimbangkan serapannya. 

"Bahwa kedepan perusahaan daerah insyaallah kepemimpinan Nurochman-Heli melahirkan perseroan daerah, dari Pasar Kota Batu, Pertanian, kota kelola dengan perusahaan daerah. Fresh Graduate lulus menjadi komitmen bisa diserap. Kemudian tentu pemerintah desa kita membutuhkan tenaga terampil kita arahkan di perencanaan desa," tegas dia.

Selain itu, dalam persoalan kebudayaan, Nurochman-Heli berjanji akan ada festival budaya mewadahi kesenian masyarakat yang masuk pada kalender wisata. Serta menciptakan ruang-ruang pelestarian dan memberi perlindungan hukum seniman dan budayawan. (*)

Pewarta: Ayu Nadya Sukma
Editor: Doi Nuri