Loading...

Pengunjung

Ini Doa dan Keutamaan Puasa Hari ke-4 Ramadan

admin

admin

Jumat, 15 Maret 2024 - 09:49

402 | Bagikan

Ini Doa dan Keutamaan Puasa Hari ke-4 Ramadan

admin - Religi

Jumat, 15 Maret 2024 - 09:49 | 402

Ilustrasi berkah Ramadan di hari ke-4 puasa. Jumat (15/3/2024). (Dika/JN)

Ramadan, JN – Dalam kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah, disebutkan soal pahala bagi orang yang menjalankan ibadah puasa ramadan.

Puasa ke-4 bulan ramadan 1445 hijriyah, berlangsung pada Jumat (15/3/2024). Selain beribadah puasa, umat Islam dapat mengamalkan doa hari ke-4 ramadan yang berisi permohonan dijauhi dari kebodohan.
 

Tak hanya itu, doa hari ke-4 ramadan juga memuat permintaan untuk dikaruniai kecerdasan. Doa ini bisa dibaca setelah salat fardu atau pada waktu senggang.

Sebagai informasi, mengamalkan berbagai bacaan doa bisa dilakukan umat Islam kapan saja. Apalagi di bulan ramadan yang termasuk waktu mustajab untuk berdoa.
 

Berikut bacaan doa hari ke-4 ramadan tulisan Arab dan Latin beserta amalan-amalannya yang dihimpun dari detikHikmah

اللَّهُمَّ ارْزُقْنِى فِيْهِ الذِّهْنَ وَالتَّنْبِيْهَ وَبَاعِدْنِي فِيْهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَالتَّمْوِيْهِ وَاجْعَلْ لِى نَصِيْباً مِنْ كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيْهِ بِجُوْدِكَ يَا أَجْوَدَ الْأَجْوَدِيْن

Latin: Allahummar zuqnii fiihidz dzihna wat tanbiiha wa baa'idnii fiihi minas safaahati wat tamwiihi waj'al lii nashiiban min kulli khairim tunzilu fiihi bijuudika yaa ajwadal ajwadiin.
 

Artinya: “Ya Allah, karuniakan kepadaku di bulan ini pemahaman dan kecerdasan. Jauhkan aku dari kebodohan dan kejahilan. Anugerahkan padaku bagian dari setiap kebaikan yang Engkau turunkan di bulan ini. Wahai Yang Maha Dermawan dari segala yang dermawan."

Puasa hari ke-4 ramadan, Allah memberi tujuh puluh ribu istana di surga khuld, dan di setiap istana terdapat tujuh puluh ribu rumah.

Setiap rumah terdapat lima puluh ribu tempat tidur dan di setiap tempat tidur terdapat bidadari dan setiap bidadari memiliki seribu perhiasan yang lebih baik dari dunia dan segala isinya. (**)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Buang Supeno
Sumber: kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah