Loading...

Pengunjung

Munajat Jalanan 'Nomenklatur' Islam Rahmatan Lil Alamin di Kabupaten Malang

admin

admin

Senin, 02 Desember 2024 - 09:09

3210 | Bagikan

Munajat Jalanan 'Nomenklatur' Islam Rahmatan Lil Alamin di Kabupaten Malang

admin - Religi

Senin, 02 Desember 2024 - 09:09 | 3210

Agenda tahunan Munajat Jalanan dihadiri ribuan jamaah. Ahad (1/12/2024). (Doi/JN)

Kabupaten Malang, JN – Munajat Jalanan, adalah sebuah entitas sosial yang telah memasuki tahun ke-4 eksistensi mereka pada jalan syiar religius. Ahad (1/12/2024) malam. 

Menampung anak-anak jalanan yang ingin memperdalam agama, perkumpulan ini mengakomodir proses religiusitas dengan dakwah yang menyejukkan.

Bermula dari majelis Serambi Ghoza di Pondok Pesantren Raudlatul Athfal (PPRA) Al Ghozali, 
Jalan Kyai Gojali nomor 138 Dusun Krajan, Desa Pakis Jajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang komunitas religius ini berkembang.

Disebut Serambi Ghoza, sebab awal mula majelis ilmu ini berjalan secara natural, dari aktivitas diskusi di teras Ponpes Al Ghozali Pakis.

Setiap tahun, Munajat Jalanan selalu menggelar agenda maulid Nabi Muhammad SAW, dan juga haul anak jalanan yang telah meninggal dunia.

Munajat Jalanan #4 kali ini, Festival Banjari se-Jawa Timur digelar sehari sebelumnya, yakni pada Sabtu (30/11/2024) selumbari. 

Pengasuh Ponpes Al Ghozali, Agus  Rojib Izzil Muttaqin mengatakan, maksud dan tujuan 'Munajat Jalanan' ini yaitu mendoakan sesama yang sudang meninggal dunia. Serta sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, supaya komunitas jalanan tidak merasa sungkan dengan para pengurus atau bahkan santri-santri di pondok pesantren. Menurutnya, sampai saat ini belum banyak majelis-majelis yang mewadahi anak jalanan, serta cenderung belum diperhatikan.

"Kami belajar berbenah, nuansa yang dibangun adalah ngaji dengan nuansa ramah, bahagia dan jenaka," kata pria yang akrab disapa Gus Taqin tersebut.

Pada agenda Munajat Jalanan #4 ini, beberapa tokoh ternama hadir dan memberikan dukungan atas gerakan sosial humanis religius mereka.

Seperti Mikail Isrofil atau karib disapa Mike dan Bobby Adam Firman atau Bob, keduanya adalah personel group musik bergenre Punk, Marjinal hadir membawakan beberapa lagu hits mereka.

Sementara dalam segmen diskusi, putra pertama Negarawan MH Ainun Najib (Cak Nun), yaitu Sabrang Mowo Damar Panuluh atau lebih populer disapa Noe yang merupakan vokalis group band Letto.

Tidak ketinggalan pula, Gus Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau masyarakat lebih mengenal dengan sebutan Gus Kautsar melengkapi diskusi religius malam itu.

Mike Marjinal, pada sela-sela perform Marjinal mengatakan jika ruang sosial semacam munajat jalanan ini penting, setidaknya sebagai literatur anak-anak jalanan.

"Momentum seperti malam ini, adalah momen silaturahmi, yang akan melahirkan kawasan, dan wawasan. Artinya, wawasan inilah yang akan memberikan informasi untuk kita sama sama berkembang," sebut dia.

Sementara Sabarang, mengilhami angka 4 pada perjalanan Munajat Jalanan dalam media 4 tahun terakhir, adalah trial perkumpulan ini untuk tumbuh dan berkembang sebagai sebuah keluarga.

"Esensi keluarga, adalah ketika kita nyaman untuk menuju pulang, dan didalamnya kita bisa menjadi diri sendiri, sementara diluar terdapat batasan-batasan dengan spek 'etika' dalam pemahaman umum," papar Sabrang. (*)

Pewarta: Ayu Nadya Sukma
Editor: Doi Nuri