“Pengakuan Rahwana”, Kisah Cinta yang Tak Biasa Hadir di Panggung Khace Malang
Rabu, 11 Februari 2026 - 05:58
“Pengakuan Rahwana”, Kisah Cinta yang Tak Biasa Hadir di Panggung Khace Malang
Rabu, 11 Februari 2026 - 05:58 | 2156
Pamflet pentas sendratari Pengakuan Rahwana. Rabu (11/2/2026). (Winarto for JN)
KABUPATEN MALANG, jurnalnusa.com — Cinta tak selalu hadir dalam wujud lembut dan penuh kepastian. Ada cinta yang lahir dari amarah, tumbuh di tengah kuasa, dan terjebak dalam penghakiman.
Cinta yang tak biasa itulah yang akan diangkat Winarto Ekram dalam Teater Tari “Pengakuan Rahwana”, bagian dari rangkaian Phase 01 Activation: Art & Community Fest, Sabtu (14/2/2026) pukul 19.00 WIB di Khace – Khatulistiwa Center, Tegalgondo, Kabupaten Malang.
Winarto menjelaskan, melalui interpretasi Malang Dance Indonesia, sosok Rahwana tidak sekadar dipotret sebagai antagonis dalam kisah klasik.
"Ia dihadirkan sebagai pribadi dengan pergulatan batin, cinta yang dipendam, dan kerinduan untuk dipahami. Sebuah sudut pandang yang menantang stigma lama, bahwa cinta tidak selalu hitam atau putih," tegas dia.
Pertunjukan ini mengajak penonton menyelami pertanyaan mendasa, apakah cinta harus selalu benar agar layak dimaknai? Ataukah cinta tetaplah ruh kehidupan, meski hadir dalam bentuk yang tak sempurna?
“Cinta sejati adalah ruh kehidupan itu sendiri, tatkala dipungkiri berarti mengusir hati pergi, membiarkan tubuh kehilangan substansi diri,” menurut Winarto selaku sutradara.
Pentas ini, menurutnya menjadi benang merah pementasan ini. Pesan tersebut menegaskan bahwa cinta, dalam bentuk apa pun, adalah bagian tak terpisahkan dari kemanusiaan.
"Suasana malam yang identik dengan perayaan kasih sayang, 'Pengakuan Rahwana' justru menawarkan refleksi lebih dalam," tukasnya.
Winarto menegaskan, bahwa cinta bisa menjadi paradoks, menguatkan sekaligus melukai, membebaskan sekaligus membelenggu. Namun di balik itu, selalu ada hati yang ingin dimengerti.
Acara akan dibuka dengan penampilan Tari oleh Tri Wahyuningtyas serta Lagu Dolanan Anak dari Miben Voice Malang, menghadirkan nuansa hangat sebelum penonton diajak masuk ke ruang batin Rahwana.
Tak hanya pertunjukan, panitia juga menyiapkan kejutan berupa setangkai mawar untuk para pengunjung, simbol bahwa bahkan cinta yang tak biasa pun tetap layak dirayakan.
Pertunjukan di Khace yang memiliki slogan "ruang hijau tempat seni mengaku jujur" ini akan menjadi ajakan terbuka bagi masyarakat untuk hadir, duduk, dan membiarkan kisah ini berbicara secara personal.
"Sebab terkadang, cinta yang paling jujur justru lahir dari pengakuan yang paling berani," imbuh Winarto. (**)
Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri