Loading...

Pengunjung

PKL Alun-alun Batu dan Sisi Humanisme Mereka dalam Bingkai PNS

admin

admin

Kamis, 12 Desember 2024 - 14:29

1464 | Bagikan

PKL Alun-alun Batu dan Sisi Humanisme Mereka dalam Bingkai PNS

admin - Sosial Budaya

Kamis, 12 Desember 2024 - 14:29 | 1464

Puluhan anak yatim dan difabel, mendapatkan santunan dari PNS Alun-alun Kota Batu. Kamis (12/12/2024). (Doi Nuri/JN)

Kota Batu, JN – Hujan deras mengguyur Kota Batu sejak siang hari. Kendati masuk saat sore hari masih juga belum reda, namun tidak menghentikan tekad Pelaku Niaga Sipil (PNS) yang merupakan salah satu paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-alun Kota Batu. Kamis (12/12/2024).

Guyuran hujan, meski tidak begitu sederas siang harinya, namun kerapnya gerimis yang turun, cukup untuk membasahi sekujur tubuh. Meski air hujan tidak bisa menyamarkan air mata Oky Honestyan salah satu anggota PNS  saat disapa jurnalnusa.com

Matanya nanar, tertuju pada puluhan anak yatim dan difabel yang telah berhasil mereka kumpulkan di sudut Alun-alun Kota Batu sebelah selatan.

Terlihat keceriaan anak-anak saat menerima balon, makanan ringan dan ice cream favorit mereka. Oky terlihat ambigu dalam senyum dan bibirnya yang menahan tangis, dan matanya yang tidak bisa diajak kompromi, terus saja mengalirkan air mata haru.

"Terima kasih sudah berkenan datang Mas," ujar dia singkat, sambil memeluk erat tubuh pewarta jurnalnusa.com yang menyapa dirinya.

Sore hari yang basah ini, memang menjadi pemandangan melankolis, disaat Alun-alun Kota Batu sepi pengunjung karena hujan sejak siang hari, dengan hadirnya puluhan anak yatim dan difabel yang ceria menikmati hiduran yang disediakan.

Flash Back 20 Desember 2016, Demonstrasi 3 Hari 3 Malam PKL di Alun-alun Batu

Ketua PNS Puspita Herdyasari dalam kata sambutannya mengungkapkan, selain sebagai bentuk empati kepada anak-anak yatim dan difabel, acara santunan ini sebagai bapak tilas perjalanan panjang para PKL di Alun-alun Kota Batu.

"Memori kelam yang pernah kami lalui di tanggal 20 Desember 2016 silam, tidak membuat kami mengingatnya dalam keterpurukan, tapi membuat kami mengingatnya sebagai tonggak tegaknya semangat kebersamaan, tentang arti kesetiaan dan loyalitas," ungkap dara yang karip disapa Pipit itu.

Dokumentasi Pipit, saat demonstrasi duduk melingkar di jalanan Alun-alun Kota Batu 20 Oktober 2016 sila. (Pipit for JN) 

Perjuangan mempertahankan hajat hidup kala itu, ditempuh para PKL dengan aksi demontrasi dengan duduk melingkar di jalanan Alun-alun Kota Batu selama 3 hari 3 malam, untuk mendesak kepastian relokasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Batu.

Saat itu, jumlah PKL di Alun-alun Batu berjumlah sekira 460 orang PKL dan terbagi dalam 8 paguyuban. Beberapa tokoh pergerakan yang kritis kala itu diketahui Koordinator PKL Alun-alun Batu Puspita Hardysari atau Pipit, dan Ketua Paguyuban Pelaku Niaga Sipil PKL Batu Oki Honestyan.

Setelah melalui perjuangan yang cukup panjang dan berat, akhirnya para PKL Alun-alun Kota Batu akhirnya mendapatkan kepastian lokasi berdagang, hingga hari ini.

Apresiasi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu Terpilih, Terhadap Gerakan PNS

Kehadiran Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu terpilih, Nurochman dan Heli Suyanto memberikan apresiasi terhadap panitia dari PKL PNS Alun-alun Kota Batu kepada 40 anak yatim dan 25 penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

"Terima kasih kepada kawan-kawan PNS yang telah mengakomodir semua PKL di Alun-alun Kota Batu dan keluh kesahnya. Jiwa kemanusiaan dari para PKL PNS Alun alun kota Batu sangat tinggi," kata Nurochman.

Bahkan, Nurochman menegadkan kepada para kepala dinas, untuk selalu memberikan dukungan terhadap gerakan serupa, agar para anak yatim dan disabilitas dapat ikut merasakan kebahagiaan ini.

"Kepada semua yang hadir, baik dari Institusi pemerintahan maupun para PKL, saya mohon doa dan restu semoga saya dan Mas Heli, dapat memimpin Kota Batu dengan baik, amanah dan bisa dipercaya oleh masyarakat kota kita," tukas dia.

Terakhir, Nurochman menyampaikan permohonan maaf apabila dalam interaksi selama proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 lalu terdapat kesalahan.

"Mohon diikhlaskan dan dimaafkan, jika selama Pilkada 2024, ada tutur kata kami yang mungkin kurang berkenan dan tidak menyenangkan mohon maaf, mari kita bersama bangun kota Batu menjadi kota yang maju, besar dan terkenal hingga tingkat internasional," pungkas dia. (*)

Pewarta: Ayu Nadya Sukma
Editor: Doi Nuri