Loading...

Pengunjung

Replika Bhineka Tunggal Ika Dalam Selamatan Desa di Kelurahan Ngaglik

admin

admin

Selasa, 13 Februari 2024 - 09:31

663 | Bagikan

Replika Bhineka Tunggal Ika Dalam Selamatan Desa di Kelurahan Ngaglik

admin - Sosial Budaya

Selasa, 13 Februari 2024 - 09:31 | 663

Prosesi selamatan desa di Kelurahan Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu berlangsung khidmat. Senin (12/2/2024). (Doi Nuri / JN)

Kota Batu, JN – Selamatan Desa di Kelurahan Ngaglik dengan tema 'Mangun Deso Angyak Budoyo' dengan wajah replika Bhineka Tunggal Ika dalam kenduri agung.

Seluruh tokoh dari lintas agama dan penghayat saling memanjatkan doa dengan keyakinan dan kepercayaan masing-masing untuk kesejahteraan masyarakat Kelurahan Ngaglik mendatang.

Lurah Ngaglik, Rendra Ardinata mengatakan agenda selamatan desa ini diramaikan oleh 15 Rukun Warga (RW) masing-masing membawa Hulu Bekti (gunungan tumpeng, red) sebagai bentuk rasa syukur.

"Bumi diciptakan untuk kemaslahatan umat manusia, bukan berarti untuk dihabis-habiskan, namun harus dijaga keseimbangan, kelestarian lingkungan serta kesinambungannya. Maka malam ini kami bersyukur atas hasil bumi dan rizki yang kami dapatkan," paparnya. Senin (12/2/2024).

Kenduri Agung, menurut Rendra, mengandung makna simbolis dalam menjaga desa dari segala hal yang dapat mengancam.

"Kebersamaan warga dalam menyelenggarakan acara ini menggambarkan semangat untuk bersatu dan melindungi desa dari bencana, penyakit, atau ancaman lainnya," paparnya.

Kegiatan ini, masih kata Rendra, mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keamanan dan kesejahteraan bersama.

Rendra juga mengingatkan warganya terkait pesta demokrasi Pemilihan Umum 2024 yang dalam waktu dekat untuk diminta datang ke TPS untuk mencoblos sesuai pilihannya masing-masing.

Tetap rukun, lanjut Rendra, harus tetap dijaga oleh seluruh masyarakat meski beda pilihan, agar pemilu terlaksana dengan baik, lancar dan damai.

“Sebentar lagi Pemilu, jangan Golput ya, silakan datang ke TPS untuk mencoblos sesuai pilihannya masing-masing. Harus tetap rukun dengan saudara dan tetangga meski beda bendera, tidak ada perpecahan, tidak ada gesekan di Kelurahan Ngaglik,” tegasnya.

Warga RW 3 Kampung Lesti, Kelurahan Ngaglik, Imam Hambali menceritakan jika prosesi kenduri Agung, diawali dengan pembaca doa di makam Eyang Zakaria yang ada di jalan Lesti, Senin pagi.
 

Eyang Zakaria merupakan tokoh yang mengawali peradaban dan pemukiman di Kelurahan Ngaglik atau disebut babat alas.

Imam mengisahkan, Eyang Zakaria juga pendiri masjid Al Muchlisin Macari Lahor, sebagai masjid tertua di Kota Batu dan menjadi pengingat akan warisan spiritual dan sejarah desa.
 

"Kenduri ini bukan hanya sekadar tradisi, melainkan langkah konkret untuk menjaga desa dari ancaman dan memberikan keberkahan," imbuh dia.

Kenduri Agung, menurut Imam, menjadi wadah untuk mengaktualisasikan semangat kebersamaan.

"Acara tahunan ini, menciptakan ikatan sosial yang kuat di antara masyarakat Ngaglik. Kebersamaan ini bukan hanya terlihat dalam aspek materi, tetapi juga dalam semangat gotong-royong dan solidaritas," pungkas dia. (***)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Sarah Mawardi