Satupena Gelar Webinar Sastra Bahas Posisi Puisi Esai dalam Teori Sastra Kontemporer
Jumat, 02 Januari 2026 - 06:31
Satupena Gelar Webinar Sastra Bahas Posisi Puisi Esai dalam Teori Sastra Kontemporer
Jumat, 02 Januari 2026 - 06:31 | 1079
Poster agenda Webinar Sastra Bahas Posisi Puisi Esai dalam Teori Sastra Kontemporer. Kamis, 1 Januari 2026. (Foto: Jon Minofri)
SASTRA, JN — Dinamika dan perkembangan sastra Indonesia kembali menjadi sorotan melalui Webinar Satupena Edisi 180 yang mengangkat tema “Posisi Puisi Esai dalam Teori Sastra Kontemporer”.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi penting untuk membahas puisi esai sebagai salah satu bentuk ekspresi sastra yang terus berkembang di tengah wacana sastra modern.
Webinar yang digelar pada Kamis, 1 Januari 2026, pukul 19.00–21.00 WIB, menghadirkan Narudin Pituin, sastrawan, penerjemah, sekaligus kritikus sastra yang dikenal konsisten mengkaji puisi esai dan teori sastra kontemporer.
Dalam pemaparannya, Narudin Pituin akan mengulas sastra secara luas dan mendalam, mulai dari fondasi teoretis hingga praktik kreatif.
Ia juga akan menjelaskan puisi esai secara detail dan ilmiah, sekaligus memetakan posisi genre tersebut dalam lanskap teori sastra kontemporer.
Kajian ini akan menggunakan pendekatan posemiotika, yakni pengembangan lanjutan dari semiotika, yang memungkinkan pembacaan teks sastra secara lebih kompleks dan multidimensional.
Pendekatan tersebut dinilai relevan untuk membaca puisi esai sebagai karya sastra yang memadukan narasi, refleksi sosial, dan kedalaman estetik.
Webinar Satupena Edisi 180 ini akan dipandu oleh Anick HT dan Amelia Fitriani sebagai host. Kegiatan ini terbuka bagi sastrawan, akademisi, peneliti, mahasiswa, serta masyarakat umum yang memiliki minat terhadap kajian sastra.
Melalui forum ini, Satupena berharap diskusi sastra tidak hanya berhenti pada praktik menulis, tetapi juga memperkuat pemahaman teoretis dan kritik sastra yang menjadi fondasi penting dalam perkembangan kesusastraan Indonesia.
Webinar ini menjadi bagian dari komitmen Satupena dalam menghadirkan ruang dialektika sastra yang kritis, reflektif, dan relevan dengan perkembangan teori sastra kontemporer. (**)
Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri