Konsep Pluralisme pada Kenduri Agung Kelurahan Ngaglik, Kota Batu
Minggu, 02 Februari 2025 - 15:43
Konsep Pluralisme pada Kenduri Agung Kelurahan Ngaglik, Kota Batu
Minggu, 02 Februari 2025 - 15:43 | 1433
Perhelatan Kenduri Agung oleh Kelurahan Ngaglik sebagai agenda rutin tahunan. Sabtu (2/2/2025). (Humas for JN)
Kota Batu, JN – Pemanjatan doa lintas agama, tetap konsisten dilakukan dalam setiap perhelatan Kenduri Agung Kelurahan Ngaglik, Kota Batu. Sabtu (2/2/2025).
Selain sebagai bentuk wujud syukur terhadap tradisi leluhur yang masih terjaga di masyarakat, Kenduri Agung yang digelar di Pendopo Kelurahan Ngaglik, juga sebagai ajang kebersamaan masyarakat.
Kenduri Agung diawali dengan prosesi penyerahan 20 tumpeng dari masing-masing RW maupun RT serta dari beberapa warga yang langsung diterima Lurah Ngaglik Rendra Ardinata menuju pendopo kelurahan.
"Selamatan desa ini dilakukan setiap tahun, hal ini sebagai wujud mensyukuri apa yang telah di berikan oleh Tuhan kepada kita semuanya," ungkap Rendra.

Ia juga menekankan, rasya syukur juga harus dibarengi dengan sikap rukun. Maka itulah, semangat pluralisme dengan dia lintas agama menjadi ciri khas Kenduri Agung.
"Prosesi selamatan desa sebelumnya kami awali dengan prosesi gugur gunung, atau bersih-bersih makam, tempat ibadah, serta lingkungan dan dilanjut dengan acara tahlil akbar," katanya.

Kegiatan ini pun sontak mendapatkan apresiasi dan pujian dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batu dari Fraksi Gerindra, Artha Wijaya.
”Kebudayaan itu yang utama, selain itu ada pengaspalan jalan, perbaikan gorong-gorong. Memang saya fokuskan ke Ngaglik dulu baru tempat yang lain, ada 6 program yang saya fokuskan untuk Kelurahan Ngaglik supaya lebih baik dari sebelumnya," pungkas Artha. (**)
Pewarta: Zara Putri Islamia Siska
Editor: Doi Nuri