Sunnah Sahur, Sumber Berkah dan Energi di Awal Puasa Ramadan
Kamis, 19 Februari 2026 - 18:46
Sunnah Sahur, Sumber Berkah dan Energi di Awal Puasa Ramadan
admin - Analekta Ramadan 1447 H
Kamis, 19 Februari 2026 - 18:46 | 1351
Ilustrasi orang makan sahur. Jum'at (20/2/2026).(freepik)
ANALEKTA RAMADAN, jurnalnusa.com — Memasuki bulan suci Ramadan, umat Islam dianjurkan tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah SAW.
Salah satu amalan yang sangat ditekankan adalah sahur, yakni makan dan minum sebelum terbit fajar (Subuh) sebagai persiapan menjalankan ibadah puasa.
Sahur bukan sekadar aktivitas makan dini hari, melainkan ibadah yang mengandung keberkahan. Dalam hadis riwayat Muhammad SAW disebutkan, “Bersahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan.”
Pesan ini menegaskan bahwa sahur memiliki nilai spiritual sekaligus manfaat fisik bagi yang menjalankannya.
Secara syariat, anjuran sahur menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan puasa umat terdahulu.
Selain sebagai sumber energi agar tubuh tetap kuat menjalani aktivitas, sahur juga bernilai pahala karena termasuk sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Para ulama menjelaskan beberapa amalan utama dalam sahur. Pertama, mengakhirkan waktu sahur hingga mendekati imsak atau sebelum azan Subuh berkumandang. Hal ini sesuai dengan praktik Nabi yang tidak menyegerakan sahur terlalu jauh dari waktu fajar.
Kedua, mengonsumsi kurma sebagai menu sahur. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa kurma adalah sebaik-baik makanan sahur karena kandungan gizinya sekaligus mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW.
Ketiga, membaca basmalah sebelum makan sebagai bentuk adab dan pengharapan keberkahan dari Allah SWT.
Tak hanya itu, waktu sahur juga menjadi momen mustajab untuk memperbanyak doa dan istighfar. Dalam Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 17 disebutkan keutamaan orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur.
Momentum ini menjadi kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sebelum memulai ibadah puasa.
Dengan menghidupkan sunnah sahur, umat Islam tidak hanya memperoleh energi fisik, tetapi juga limpahan pahala dan keberkahan.
Sahur menjadi awal yang menentukan kualitas puasa sepanjang hari, sekaligus wujud kecintaan kepada sunnah Rasulullah SAW di bulan Ramadan yang penuh rahmat. (**)
Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri