Loading...

Pengunjung

Dinamika Perpindahan Pasar Pagi Kota Batu Memasuki Hari ke-3

admin

admin

Kamis, 09 Mei 2024 - 10:10

1058 | Bagikan

Dinamika Perpindahan Pasar Pagi Kota Batu Memasuki Hari ke-3

admin - Ekonomi-Bisnis

Kamis, 09 Mei 2024 - 10:10 | 1058

Ribut di Pasar Pagi Among Tani terkait persoalan lincak dan rebutan lokasi dagang mewarnai fase awal perpindahan pasar pagi. Kamis (9/5/2024). (Doi Nuri/JN)

Kota Batu, JN – Resmi pindah dari relokasi pasar di Stadion Brantas Batu sejak Selasa 7 Mei 2024 selumbari, proses perpindahan terjadi pada teknis penataan lokasi.

Masuk hari ke-3 perpindahan, Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Batu Aries Setiawan mengatakan dinamika yang terjadi adalah hal lumrah.

Hal tersebut disampaikan Aries setelah terjadi sedikit pergesekan antar pedagang terkait lincak (meja dagang, red) yang belum semuanya tersedia, juga terkait proses loading.

"Total dari 1097 pedagang, masih ada sekira 600 pedagang yang belum menyelesaikan biaya penggantian produksi lincak. Mereka yang masih menggunakan lincak lama terjadi perbedaan pada masalah ukuran," jelas dia.

Terkait biaya pengganti produksi lincak, Aries membenarkan jika nominal Rp1.200.000 adalah harga yang disepakati untuk pembuatan piranti dagang tersebut, dengan ukuran 1,8 meter.

"Marena baru 600 pedagang yang melunasi dan lainnya berjanji minggu mendatang, maka yang sudah lunas dulu yang mendapatkan lincaknya. Minggu depan insyallah semuanya sudah memilikinya," tegas dia.

Langkah antisipasi terjadinya rebutan lokasi, Aries akan memanggil semua ketua kelompok pedagang untuk membicarakan hasil kesepakatan dan hasil undian penentuan lokasi yang sudah dilakukan sebelumnya namun semua itu tidak dijalankan pedagang.

"Contoh, waktu loading disepakati pukul 23.00,  satu jam sebelum waktunya buka yaitu pukul 24.00. Praktiknya, jam 16.00 sore sudah ada pedagang yang masuk dan menempati lokasi orang lain hasil undian, sehingga menimbulkan polemik," tandas dia.

Kendati demikian, Aries memastikan dinamika awal perpindahan ini akan bisa dinormalisasi sekira sepekan untuk menata para pedagang. (*)

Pewarta: Doi Nuri 
Editor: Buang Supeno