Loading...

Pengunjung

Diduga Tawuran, Sekelompok Pemuda Kocar-kacir Digerebek Polisi di Sidoarjo

admin

admin

Minggu, 26 April 2026 - 20:29

1139 | Bagikan

Diduga Tawuran, Sekelompok Pemuda Kocar-kacir Digerebek Polisi di Sidoarjo

admin - Hukum-Kriminal

Minggu, 26 April 2026 - 20:29 | 1139

Ilustrasi peristiwa tawuran. (Freepik)

KABUPATEN SIDOARJO, jurnalnusa.com — Situasi mencekam sempat terjadi di Desa Kletek, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, saat sekelompok pemuda diduga terlibat aksi tawuran pada Ahad (26/4/2026) dini hari.

Aksi tersebut langsung bubar setelah aparat kepolisian melakukan patroli dan mendatangi lokasi kejadian.

Peristiwa berlangsung sekira pukul 03.00 WIB di sebuah gang dekat toko roti, tak jauh dari kawasan traffic light Kletek.

Saat itu, anggota Polsek Taman tengah menjalankan patroli rutin untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C (pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor).

Kanit Reskrim Polsek Taman, Hajir Sujilmo, mengungkapkan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan warga terkait dugaan tawuran di sekitar wilayah timur traffic light Kletek.

“Begitu kami cek ke lokasi, terlihat beberapa pemuda berboncengan sepeda motor masuk ke dalam gang. Saat akan kami dekati, mereka langsung kabur meninggalkan kendaraannya,” ujarnya.

Petugas kemudian melakukan penyisiran dan menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi tersebut.

Sekira enam unit sepeda motor yang ditinggalkan para pelaku serta satu bilah senjata tajam jenis celurit.

Meski tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pemuda yang melarikan diri.

“Barang bukti sudah kami amankan di Polsek Taman dan saat ini masih dalam proses pendalaman,” tambahnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan. (**)

Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Rio Mulyana Badia