JMSI dan SMSI Malang Raya Perkuat Sinergi, Menjaga Marwah Pers di Tengah Banjir Informasi Digital
Rabu, 13 Mei 2026 - 06:36
Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan dan Sosial JMSI Malang Raya berikan dukungan terhadap SMSI Malang Raya. Senin (11/05/2026). (Aditya for JN)
KABUPATEN MALANG, jurnalnusa.com — Suasana hangat penuh keakraban terasa dalam peringatan satu tahun kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia periode 2025-2028 yang digelar pada Senin (11/05/2026).
Momentum tersebut tidak hanya menjadi ruang syukur atas perjalanan organisasi media siber di Malang Raya, tetapi juga memperlihatkan kuatnya solidaritas antarorganisasi pers di tengah tantangan industri media digital yang semakin kompleks.
Dukungan dan apresiasi datang dari Jaringan Media Siber Indonesia, sesama organisasi konstituen Dewan Pers yang selama ini turut menjadi bagian penting dalam dinamika media siber di daerah.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan dan Sosial JMSI Malang Raya, Slamet Basuki, menegaskan bahwa keberadaan SMSI memiliki peran strategis dalam menjaga fungsi media sebagai pilar demokrasi, kontrol sosial, sekaligus sarana edukasi publik.
Berada di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak begitu cepat, media dinilai menghadapi tantangan yang jauh lebih berat dibanding sebelumnya.
Tidak hanya soal kecepatan menyampaikan informasi, tetapi juga bagaimana menjaga akurasi dan integritas di tengah maraknya hoaks serta persaingan industri media yang semakin ketat.
“Saat iki di era keterbukaan informasi saat ini, media tak hanya dituntut cepat, tetapi juga harus mampu menjaga akurasi, independensi, dan etika jurnalistik. Tantangan pers ke depan semakin kompleks, mulai dari maraknya hoaks hingga persaingan industri media yang semakin ketat,” ujar Basuki.
Ucapan itu seakan menggambarkan wajah media hari ini. Di satu sisi, teknologi digital membuka ruang informasi tanpa batas.
Namun di sisi lain, derasnya informasi juga memunculkan tantangan besar berupa disinformasi, polarisasi opini, hingga tekanan bisnis yang membuat banyak media lokal harus berjuang keras untuk bertahan.
Dalam situasi tersebut, Basuki menilai kolaborasi antarorganisasi media menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari.
Menurutnya, perbedaan organisasi tidak boleh menjadi sekat yang memecah semangat perjuangan insan pers.
“Hubungan baik antara JMSI dan SMSI Malang Raya harus terus dirawat. Perbedaan organisasi bukan menjadi sekat, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi demi kemajuan dunia jurnalistik di daerah,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan semangat kolektif di kalangan media siber Malang Raya untuk tetap berjalan bersama dalam menjaga kualitas jurnalisme lokal.
Sebab, di tengah tantangan ekonomi digital dan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, media lokal membutuhkan sinergi agar tetap kuat dan relevan.
Sebagai Redaktur Sekilasmedia.com, Basuki juga berharap kolaborasi antarorganisasi media dapat berkembang lebih jauh, tidak hanya pada tataran hubungan kelembagaan, tetapi juga menyentuh aspek yang lebih konkret.
Mulai dari peningkatan kapasitas wartawan, penguatan unit usaha media, hingga pengembangan literasi digital masyarakat agar publik semakin cerdas dalam memilah informasi.
Baginya, penguatan kualitas jurnalisme lokal menjadi bagian penting dalam mengawal pembangunan daerah agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Menjelang akhir acara, nuansa kekeluargaan semakin terasa ketika doa dan harapan disampaikan untuk perjalanan SMSI Malang Raya ke depan.
“Selamat dan sukses untuk keluarga besar SMSI Malang Raya. Semoga terus menjadi organisasi yang mampu melahirkan insan-insan pers yang berintegritas,” pungkasnya.
Momentum anniversary pertama SMSI Malang Raya sendiri juga ditandai dengan peluncuran buku kolaboratif “Bukan Sekadar Berita”, sebuah karya yang merangkum perjalanan, tantangan, dan strategi para pelaku media siber di Malang Raya dalam menghadapi perubahan zaman.
Lantas di balik perayaan sederhana itu, tersimpan pesan besar bahwa media lokal tetap memiliki semangat untuk bertahan, beradaptasi, dan terus menjaga marwah jurnalistik di tengah dunia digital yang terus bergerak cepat. (**)
Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Rio. Mulyana Badia