Sabtu Membaca, Gerakan Literasi yang Terus Berkembang di Taman Slamet
Jumat, 31 Januari 2025 - 18:19
Sabtu Membaca di Taman Slamet adalah gerakan literasi yang terus digalakkan. Sabtu, (1/2/2025). (Farhan for JN)
Kota Malang, JN — Sejak 2017, gerakan Sabtu Membaca menjadi ajang rutin bagi masyarakat yang ingin menikmati bacaan secara gratis di ruang terbuka.
Inisiatif ini digagas oleh Hariyono, yang akrab disapa Cak Pendek, dengan tujuan meningkatkan minat baca di berbagai kalangan.
Awalnya, kegiatan ini digerakkan bersama rekannya, Prita Yulianti. Namun, setelah Prita harus melanjutkan studinya, Cak Pendek sempat berpikir untuk menghentikan program ini.
Meski demikian, kecintaannya pada literasi membuatnya bertahan dan terus menggerakkan Sabtu Membaca, hingga kini semakin dikenal luas.
Setiap Sabtu, Taman Slamet menjadi lokasi utama penyelenggaraan kegiatan ini. Dengan adanya revitalisasi taman, suasana semakin nyaman bagi para pengunjung.
Pandemi sempat menghambat aktivitas, tetapi berkat dukungan komunitas dan promosi melalui media sosial, Sabtu Membaca tetap bertahan.
“Banyak orang yang datang dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga mahasiswa. Kami menyediakan beragam buku, sehingga mereka bisa memilih sesuai minatnya,” ujar Cak Pendek saat ditemui di lokasi pada Sabtu (1/2/2025).
Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah ketika seorang pengunjung memberikan sarapan sebagai bentuk apresiasi atas usahanya. Selain itu, melihat anak-anak kecil datang bersama keluarga mereka menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat.
Meskipun tidak menyelesaikan pendidikan formal hingga SMP, kecintaan Cak Pendek pada membaca tumbuh saat ia bekerja di rental komputer di awal 2000-an. Dari gaji yang ia peroleh, sebagian besar ia gunakan untuk membeli buku.
“Saya percaya bahwa membaca dapat membuka wawasan dan membentuk pola pikir yang lebih kritis,” katanya.
Konsistensi menjadi kunci dalam menjalankan gerakan ini. Cak Pendek berharap ke depan akan ada lebih banyak orang yang turut berkontribusi dalam menyebarkan semangat literasi.
Ia juga berharap pemerintah dapat lebih aktif dalam meningkatkan akses terhadap buku, seperti dengan mendirikan perpustakaan di setiap kampung.
“Kalau masyarakat makin gemar membaca, kita bisa membangun generasi yang lebih kritis dan berpengetahuan luas,” pungkasnya.
Bagi Cak Pendek, Sabtu Membaca bukan sekadar kegiatan mingguan, melainkan sebuah gerakan yang dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap pentingnya membaca. (**)
Pewarta : Zara Putri Islamia Aiska
Edito : Doi Nuri