Loading...

Pengunjung

Pemkot Malang Siapkan Eks Kampus Poltekom untuk Sekolah Rakyat

admin

admin

Jumat, 28 Maret 2025 - 09:40

1197 | Bagikan

Pemkot Malang Siapkan Eks Kampus Poltekom untuk Sekolah Rakyat

admin - Pemerintahan

Jumat, 28 Maret 2025 - 09:40 | 1197

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Jum’at, (28/3/2025). (Tangkap Layar Instagram Wahyu Hidayat)

Kota Malang, JN — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berkomitmen mendukung program Sekolah Rakyat yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.

Sekolah ini akan menjadi sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, dengan target pelaksanaan mulai tahun ajaran 2025/2026. 

Melansir dari JatimTimes Sebagai langkah awal, Pemkot Malang mengusulkan penggunaan eks Kampus Poltekom di Kedungkandang sebagai lokasi Sekolah Rakyat.

Baca juga:
Apel Perdana, Wali Kota Malang Ingatkan ASN Hindari Hedonisme dan Terapkan Gaya Hidup Hemat Kota Malang – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan pentingnya perubahan pola hidup bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) saat memimpin apel perdana masuk kerja pascalibur. Ia secara khusus mengingatkan agar ASN tidak terjebak dalam gaya hidup hedonisme, melainkan beralih pada pola hidup hemat, sehat, dan peduli lingkungan. Menurut Wahyu, upaya efisiensi di lingkungan Pemerintah Kota Malang tidak harus selalu identik dengan pemangkasan anggaran. Perubahan gaya hidup ASN dinilai menjadi langkah strategis yang bisa langsung diterapkan tanpa menunggu instruksi rinci dari pemerintah pusat. “Dari pusat belum ada arahan khusus, hanya beberapa hal saja. Jadi kita mencoba sendiri bagaimana mengurangi dampak ini,” ujarnya. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa ASN harus menjadi contoh bagi masyarakat, termasuk dalam hal kesederhanaan dan pengelolaan keuangan. Gaya hidup berlebihan, menurutnya, berpotensi merusak citra aparatur dan menurunkan kepercayaan publik. Sebagai langkah konkret, Pemkot Malang akan menggalakkan sejumlah program berbasis perubahan kebiasaan. Salah satunya adalah ajakan bersepeda ke kantor setiap hari Jumat yang akan dipadukan dengan kegiatan senam pagi bersama. “Nanti hari Jumat kita ke kantor naik sepeda, lalu dilanjutkan senam pagi. Banyak teman-teman ASN juga suka bersepeda, jadi sekalian kita optimalkan,” jelas Wahyu. Tak hanya itu, kegiatan tersebut akan dirangkai dengan program “Jumat Bersih”, di mana ASN diajak membersihkan lingkungan kantor usai berolahraga. Program ini diharapkan mampu menciptakan suasana kerja yang lebih sehat dan nyaman sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai. “Setelah senam, kita lanjutkan bersih-bersih lewat Jumat Bersih. Ini kita optimalkan di hari yang sama,” tambahnya. Selain mendorong penggunaan sepeda, Wahyu juga membuka opsi bagi ASN untuk memanfaatkan transportasi umum sebagai bagian dari efisiensi. Ia menyebut layanan Trans Jatim yang kini melintasi kawasan Balai Kota Malang dapat menjadi alternatif mobilitas pegawai. “Bisa juga naik angkutan umum. Sekarang Trans Jatim sudah lewat Balai Kota,” ungkapnya. Melalui kebijakan ini, Pemerintah Kota Malang berharap dapat menekan pengeluaran operasional sekaligus membangun budaya kerja yang lebih sehat, sederhana, dan berorientasi pada pelayanan publik. Pesan untuk menjauhi hedonisme pun menjadi penegasan bahwa ASN tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga bijak dalam menjalani gaya hidup.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan bahwa usulan ini telah sampai ke pemerintah pusat dan mendapat perhatian dari Kementerian Sosial serta Kementerian Pekerjaan Umum. 

"Tim dari Kemensos dan Kementerian PU sudah melakukan peninjauan ke lokasi. Ini diprioritaskan untuk warga Kota Malang yang masuk dalam kategori kemiskinan grade 1, 2, dan 3. Targetnya bisa menampung hingga seribu siswa," ungkap Wahyu. 

Sekolah Rakyat ini akan mengusung konsep boarding school, sehingga siswa akan tinggal di asrama selama menempuh pendidikan.

Jenjang pendidikan yang akan dibuka mencakup SD, SMP, dan SMA, dengan teknis pelaksanaannya masih akan diatur oleh pemerintah pusat. 

Dalam hal pendanaan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk setiap lokasi Sekolah Rakyat.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk membiayai seluruh kebutuhan siswa, termasuk seragam, makan, asrama, dan perlengkapan belajar. 

Dengan adanya program ini, Pemkot Malang berharap angka putus sekolah dapat ditekan. Selain itu, lulusan Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat untuk membawa perubahan bagi kesejahteraan keluarganya. (*)

Pewarta : Zara Putri Islamia Aiska
Editor : Doi Nuri