Loading...

Pengunjung

Ruang Bersama di Desa Kalisongo Sebagai Wadah Kreativitas dan Pemberdayaan Masyarakat

admin

admin

Jumat, 17 Januari 2025 - 08:52

1281 | Bagikan

Ruang Bersama di Desa Kalisongo Sebagai Wadah Kreativitas dan Pemberdayaan Masyarakat

admin - Pemerintahan

Jumat, 17 Januari 2025 - 08:52 | 1281

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto melakukan kunjungan ke Desa Kalisongo Malang. Jum’at, (17/1/2025). (Zara/JN).

Kabupaten Malang, JN – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, melakukan kunjungan ke Desa Kalisongo, Malang, dalam rangka mendukung program Makanan Bergizi (MGB) sekaligus survei pengembangan ruang bersama di wilayah tersebut.

Dalam kunjungan ini, Veronica berdiskusi dengan berbagai elemen masyarakat seperti kelompok tani, karang taruna, hingga akademisi, termasuk sosiolog dan psikolog.

Menurut Veronica, Desa Kalisongo memiliki potensi besar sebagai pusat kreativitas dan pelestarian budaya lokal.

"Kami ingin menjadikan ruang bersama sebagai melting pot untuk berkarya, terutama bagi anak muda. Dengan masukan dari berbagai pihak, kami akan memetakan kebutuhan dan membangun kolaborasi agar program ini tepat sasaran," ujarnya.

Selain itu, Veronica mengungkapkan bahwa daerah ini sudah memiliki lahan dan infrastruktur dasar yang dapat dimanfaatkan untuk ruang bersama.

Rencananya, program ini akan menjadi pilot project di Malang sebelum diterapkan di lima wilayah lain, seperti Kupang, Jambi, dan Gorontalo.

"Kami ingin gerak cepat. Data sudah kita kumpulkan, dan percepatan proses akan segera dilakukan," tambahnya.

Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, turut hadir dalam kegiatan ini. Ia mengapresiasi kekuatan budaya lokal yang masih hidup di Kalisongo, seperti tradisi jodang dan terbang jidor.

Menurut Didik, tradisi seperti itu menjadi kekhasan yang perlu dilestarikan sebagai identitas lokal Malang Raya.

"Kalisongo ini unik, meskipun dikelilingi wilayah perkotaan, kulturnya tetap terjaga. Tradisi seperti jodang ini sudah jarang ditemukan di tempat lain," kata Didik.

Ia juga menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk mengurangi kerentanan sosial antara masyarakat yang lebih maju dan yang masih membutuhkan dukungan.

"Program ini dirancang dengan pendekatan bottom-up, melibatkan masyarakat secara langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan," imbuhnya.

Pendampingan dari akademisi dan berbagai pihak akan terus dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program.

Didik menegaskan bahwa partisipasi masyarakat di Kalisongo telah menunjukkan hasil positif, terutama pasca-pandemi Covid-19, ketika masyarakat mampu memelihara budaya gotong royong dan kemandirian.

Dengan potensi yang dimiliki, Desa Kalisongo diharapkan menjadi contoh sukses dalam pengembangan ruang bersama yang tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga memberdayakan masyarakat dan generasi muda untuk berkreativitas. (*)

Pewarta : Zara Putri Islamia Aiska
Editor : Doi Nuri