Dosen ITN Malang Kembangkan Sistem Kendali Pintu Irigasi Berbasis IoT, Siap Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Rabu, 08 Juli 2026 - 17:32
Dosen ITN Malang Kembangkan Sistem Kendali Pintu Irigasi Berbasis IoT, Siap Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Rabu, 08 Juli 2026 - 17:32 | 1262
Tim dosen ITN Malang kembangkan sistem kendali pintu saluran irigasi jarak jauh berbasis IoT di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Rabu (08/07/2026). (Humas ITN for JN)
KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Tim dosen Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mengembangkan sistem kendali pintu saluran irigasi jarak jauh berbasis Internet of Things (IoT) untuk menjawab persoalan pengelolaan irigasi yang masih dilakukan secara manual di sejumlah daerah, salah satunya di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.
Inovasi tersebut dipimpin oleh Dr Ir Aladin Eko Purkuncoro ST MT, dosen Program Studi Teknik Mesin D3 ITN Malang, bersama tim lintas program studi.
Teknologi ini memungkinkan pintu saluran irigasi dikendalikan secara jarak jauh melalui telepon seluler maupun komputer sehingga pengaturan debit air menjadi lebih cepat, tepat, dan efisien.
Pengembangan sistem tersebut berhasil lolos dalam Program Hibah Hilirisasi Riset Prioritas Skema Ajakan Industri Tahun 2025 yang diselenggarakan Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Proyek yang berlangsung selama 2025–2026 itu dilaksanakan bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan PT Merapi Tani Instrumen (Mertani) sebagai mitra industri.
Aladin menjelaskan, kolaborasi tersebut berawal dari kebutuhan industri untuk mengotomatisasi sistem pengelolaan pintu air yang sebelumnya masih mengandalkan koordinasi manual.
"Awalnya Mertani telah memasang instrumen digital untuk peringatan cuaca di Sulawesi, tetapi pelaksanaan di lapangan masih dilakukan secara manual. Ketika debit air meningkat, petugas masih harus dihubungi melalui telepon untuk membuka pintu air. Dari situlah kami mengembangkan sistem berbasis IoT agar seluruh proses dapat dilakukan secara otomatis dan jarak jauh," ujarnya saat ditemui di Kampus 2 ITN Malang pada akhir Juni 2026.
Dalam proses pengembangannya, tim ITN Malang turut melibatkan mahasiswa. Tahap simulasi dilakukan di Laboratorium Teknik Elektro Kampus 2 ITN Malang menggunakan sistem kendali lampu jarak jauh, sedangkan proses perakitan perangkat dilakukan secara mandiri.
Mahasiswa juga diterjunkan langsung ke Kabupaten Pinrang untuk melakukan pengumpulan data lapangan, mulai dari kondisi jaringan irigasi hingga pengukuran debit air sebagai dasar penyusunan sistem IoT.
Sistem yang dikembangkan memanfaatkan sensor hujan, sensor ketinggian air, serta server yang terhubung di Jakarta dan Malang.
Seluruh data terintegrasi dengan jaringan satelit dan kamera pengawas (CCTV) sehingga kondisi pintu air dapat dipantau secara real time.
Melalui sistem tersebut, petugas Kementerian PU, mitra industri, maupun tim peneliti ITN Malang dapat memonitor sekaligus mengendalikan buka-tutup pintu air dari berbagai lokasi sesuai kebutuhan debit air, baik saat musim hujan maupun musim kemarau.
Pada tahun pertama pelaksanaan proyek, tim berhasil menyelesaikan purwarupa berbahan pelat baja yang telah disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Produk tersebut telah mencapai Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 7 setelah melalui proses validasi.
Selain menghasilkan purwarupa, penelitian ini juga melahirkan dashboard pemantauan, dokumen desain teknis, serta draf paten sederhana sebagai luaran riset.
Memasuki tahun kedua pada 2026, tim tengah mengajukan pemasangan alat di lokasi irigasi sebenarnya di Sulawesi Selatan.
Apabila implementasi berjalan sesuai rencana, teknologi tersebut akan direplikasi pada berbagai jaringan irigasi di Indonesia dan ditingkatkan menuju TKT 8 sebagai tahap awal produksi massal.
Menurut Aladin, inovasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi luaran penelitian akademis, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi pengelolaan irigasi nasional.
"Alat ini telah tervalidasi pada TKT 7 dan target berikutnya adalah mencapai TKT 8 agar dapat memasuki fase produksi massal. Kami berharap sistem kendali irigasi ini menjadi proyek percontohan yang dapat diterapkan di berbagai pintu air di Indonesia untuk mendukung ketahanan pangan nasional," Tutup dia. (***)
Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri