Loading...

Pengunjung

Inovasi Mahasiswa ITN Malang Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat, Dukung Produktivitas UKM

admin

admin

Senin, 19 Januari 2026 - 18:31

1069 | Bagikan

Inovasi Mahasiswa ITN Malang Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat, Dukung Produktivitas UKM

admin - Pendidikan

Senin, 19 Januari 2026 - 18:31 | 1069

Hasil inovasi mahasiswa ITN Malang diperkenalkan kepada masyarakat pelaku UMKM. Senin (19/1/2026). (Humas ITN Malang)

MALANG, jurnalnusa.com — Inovasi yang lahir dari bangku kuliah kini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menghadirkan berbagai alat tepat guna yang membantu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kenyamanan kerja pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Beragam inovasi tersebut dipamerkan dalam kegiatan “Exhibition Capstone Design: The Future of Manufacturing” yang digelar di Lantai 2 Gedung Mesin Kampus 2 ITN Malang, Senin (19/1/2026).

Pameran ini menampilkan karya mahasiswa yang dirancang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Mulai dari alat pencetak kerupuk puli ergonomis, alat pencampur bumbu keripik tempe, hingga sistem penyortir beras otomatis, seluruh inovasi lahir dari proses pendampingan langsung mahasiswa terhadap UKM mitra di Kota Malang dan sekitarnya.

Dosen pengampu mata kuliah Perancangan Sistem Industri, Dr Prima Vitasari SIP MPd MT menjelaskan bahwa mahasiswa dituntut untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha kecil guna memahami persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.

“Mahasiswa turun langsung ke UKM, mendengarkan keluhan pelaku usaha, lalu merancang solusi yang aplikatif. Tujuannya agar inovasi yang dihasilkan benar-benar bermanfaat dan bisa langsung digunakan masyarakat,” jelasnya.

Membantu UKM Lebih Efisien dan Produktif. Salah satu inovasi yang langsung dirasakan manfaatnya adalah alat pencampur bumbu keripik tempe yang diterapkan di UMKM Keripik Tempe Rudi, Kampung Sanan, Kota Malang.

Alat ini mampu meningkatkan kapasitas produksi hampir dua kali lipat dibandingkan metode manual.

“Dengan alat ini, proses pencampuran jadi lebih cepat dan hasilnya lebih merata. Kapasitas produksi meningkat, tenaga juga lebih ringan,” ujar Jason Novellino, salah satu mahasiswa perancang alat tersebut.

Manfaat serupa dirasakan oleh Koperasi Amarta Padi Blitar melalui inovasi alat penyortir beras dan pencetak kerupuk puli.

Beras utuh dapat dijual, sementara beras pecah diolah menjadi produk bernilai tambah, sehingga membuka peluang peningkatan pendapatan bagi anggota koperasi.

Meningkatkan Kenyamanan dan Kesehatan Kerja. Tak hanya soal produktivitas, inovasi mahasiswa ITN Malang juga memperhatikan aspek kesehatan masyarakat.

Alat ayakan beras otomatis yang diciptakan mahasiswa mampu mengurangi beban kerja manual yang selama ini memicu keluhan sakit punggung pada pekerja.

Kepala Koperasi Amarta Padi Blitar, Siti Marfuah, mengaku terbantu dengan kehadiran alat-alat tersebut.

“Inovasi ini sangat membantu pekerjaan kami. Proses jadi lebih cepat, tenaga tidak terlalu terkuras, dan hasilnya lebih rapi,” ungkapnya.

Selain itu, pameran juga menampilkan alat penyaring tahu, alat penyiram tanaman otomatis berbasis Arduino Uno, perancangan ulang tata letak gudang bahan baku, meja jahit multifungsi, hingga alat pemotong daging yang semuanya dirancang untuk mempermudah aktivitas masyarakat.

Melalui program capstone design, ITN Malang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat.

“Harapannya, inovasi mahasiswa ITN Malang bisa terus memberi dampak positif dan menjadi solusi nyata bagi permasalahan masyarakat, khususnya di sektor industri kecil,” pungkas Dr Prima. (**)

Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri