Loading...

Pengunjung

Jadi Penguji Eksternal UKK DKV SMKN 11 Malang, Korbid Digital SMSI: UKK Gerbang Awal Siswa SMK Hadapi Dunia Industri

admin

admin

Jumat, 10 April 2026 - 13:42

1113 | Bagikan

Jadi Penguji Eksternal UKK DKV SMKN 11 Malang, Korbid Digital SMSI: UKK Gerbang Awal Siswa SMK Hadapi Dunia Industri

admin - Pendidikan

Jumat, 10 April 2026 - 13:42 | 1113

Korbid Digital SMSI Malang Raya saat menjadi Penguji Eksternal UKK DKV SMKN 11 Malang. Jumat (10/4/2026). (About Malang for JN)

KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Pelaksanaan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) bagi siswa kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kerap dianggap sebagai akhir masa studi.

Padahal, ujian dengan panduan resmi dari Kemendikdasmen tersebut justru menjadi gerbang awal memasuki dunia industri yang sesungguhnya.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Kreasi Media Institute sekaligus praktisi industri kreatif, Arvendo Mahardika, saat menjadi penguji eksternal UKK jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di SMK Negeri 11 Malang pada 7–9 April 2026.

Dalam sesi penutupan, Arvendo yang juga pimpinan redaksi AboutMalang.com mengungkapkan apresiasinya terhadap sistem pembelajaran sekolah yang dinilai mampu memfasilitasi spesialisasi siswa berdasarkan pengalaman Praktik Kerja Lapangan (PKL).

“Hari ini saya mengujinya happy sekali. Kenapa? Karena kalian dipersilakan untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah didapatkan di tempat PKL. Yang dulu PKL di video, bikin video. Yang di percetakan, bikin desain cetak. Sekolah ini sudah mewadahi spesialisasi kalian dengan luar biasa,” ungkapnya di hadapan siswa.

Sebagai Koordinator Bidang Teknologi dan Ekonomi Kreatif di Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya, Arvendo juga menekankan pentingnya memanfaatkan karya yang telah dihasilkan selama masa belajar sebagai bekal memasuki dunia kerja.

Menurutnya, karya tersebut merupakan “amunisi” penting agar lulusan SMK tidak harus memulai karier dari nol. Ia mendorong siswa untuk mengkurasi dan mempublikasikan karya terbaik mereka sebagai portofolio digital.

“Gunakan karya kalian ini untuk portofolio. Terus upload di sosial media, entah itu di Instagram, Behance, atau platform freelance seperti Fiverr,” pesannya.

Lebih lanjut, Arvendo yang merupakan lulusan Universitas Ma Chung itu juga memberikan gambaran realistis tentang dunia kerja, khususnya bagi lulusan yang memilih langsung bekerja.

“Jangan dikira kerja itu terus santai-santai. Justru setiap kerja itu adalah UKK yang sebenarnya. Kalian benar tidak bisa memotong presisi? Bisa tidak membuat buku dengan rapi? Ujian kompetensi kalian sesungguhnya adalah di dunia nyata,” tegasnya.

Selain keterampilan teknis, ia juga menyoroti pentingnya penguasaan teori dasar dan kemampuan komunikasi.

Menurutnya, seorang desainer tidak hanya dituntut mampu membuat karya visual, tetapi juga harus dapat menjelaskan konsep dan pesan yang ingin disampaikan.

Pemahaman tersebut menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan perusahaan maupun klien terhadap profesionalitas lulusan SMK.

Lalu di akhir sesi, Arvendo menyampaikan pesan motivatif terkait kunci bertahan di dunia profesional.

“Apapun pekerjaan kalian nanti, urusan pekerjaan itu sebenarnya bukan soal skill siapa yang paling baik. Tapi bagaimana kalian membawa diri kalian. Bahwa kalian itu berharga, dan layak dihargai. Selamat datang di dunia nyata, lampaui mimpi kalian,” pungkasnya.

Dalam proses pengujian tersebut, Arvendo turut didampingi oleh Jagad Marsela Eka Putri, jurnalis sekaligus content specialist AboutMalang.com . (**)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Rio Mulyana Badia