Loading...

Pengunjung

Kontribusi Riset dan Inovasi, UMM Raih 9 Paten HaKI

admin

admin

Rabu, 01 Mei 2024 - 09:52

854 | Bagikan

Kontribusi Riset dan Inovasi, UMM Raih 9 Paten HaKI

admin - Pendidikan

Rabu, 01 Mei 2024 - 09:52 | 854

UMM raih 9 Paten HaKI atas kontribusi riset dan inovasi. Rabu (1/5/2024). (Humas for JN)

Kota Malang, JN – Sebagai pusat pengetahuan dan teknologi yang berkembang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki sejumlah temuan yang signifikan dari beragam kegiatan riset, pengembangan, rekayasa, dan inovasi.

Terbaru, sederet dosen UMM bertemu dengan pemeriksa Direktorat Jenderal Kekayaan Indonesia (DJKI), pada 24 April lalu.

Menariknya, para dosen itu berhasil mendapatkan 9 sertifikat paten  yang dapat menunjang akreditasi kampus.

Sofyan Arief SH MKn selaku ketua Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) UMM mengatakan bahwa dengan sertifikasi yang telah didapatkan menunjukkan eksistensi UMM yang siap bersaing di dunia industri.

Perlu diketahui, jika produk paten yang dipresentasikan telah diajukan kurang lebih awal bulan Maret 2024 lalu.

“Produk yang ditawarkan murni dari hasil temuan dosen UMM. Dengan begitu baik kampus dan para dosen yang berhasil meraih sertifikat paten memperoleh benefit yang istimewa. Salah satunya naiknya golongan jabatan para dosen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sofyan menjelaskan, salah satu temuan yang sukses dipatenkan adalah Metode Pembuatan Belokan Pipa Model Irisan dengan Optimalisasi Koefisien garapan Dr Ir Moh Abduh ST.l MT IPM ACPE ASEAN Eng.

Metode yang diciptakan Abduh sungguh canggih dan rapi. Apalagi saat ini, proses memotong pipa model irisan diperlukan waktu dan tenaga yang besar tetapi hasilnya tidak maksimal. Maka, melalui temuan dosen UMM, hasil dari pemotongan didapatkan dengan sempurna.

Sofyan, juga menyampaikan bahwa saat ini metode pembelokan pipa model irisan tersebut masih menjadi konsumsi kampus saja.

"Namun baik HaKI UMM dan Abduh selaku pencipta metode tersebut tengah mempersiapkan penawaran dengan cakupan yang lebih luas, seperti ke industri dan perusahan," katanya.

Keberhasilan mendapatkan sembialn sertifikat paten tidak lepas dari monitoring yang dilakukan oleh HaKI UMM. Sofyan menyatakan, tiap bulannya tim HaKI UMM selalu memastikan proses dan hasil produk karya para dosen. Meski begitu, tidak jarang beberapa penelitian gagal.

“Biasanya penelitian yang tidak tidak berhasil karena faktor eksternal. Misalnya saja karena bakteri yang ada di dalam penelitian bidang bioteknologi atau alat yang kurang lengkap dalam penelitian bidang evaluatif,” imbuh dia.

Adapun saat ini, Sofyan mengatakan HaKI UMM terus meningkatkan jumlah dosen yang mendapatkan sertifikasi paten. Selain itu juga mendorong dosen UMM untuk selalu berkarya dan mendapatkan apresiasi.

Sofyan berpendapat, UMM tidak boleh puas dengan banyaknya paten yang sudah didapat. Namun harus mampu mencetuskan ide, inovasi, dan solusi lain.

“Saat ini kami telah mempersiapkan para dosen untuk sertifikasi paten kembali dan masih dalam proses penelitian. Semoga setelah ini UMM mendapatkan lebih banyak sertifikat paten karena dapat menunjang akreditasi kampus dan prestasi dosen,” pungkasnya. (*)

Pewarta: Michael Z Sima 
Editor: Doi Nuri