Rektor UMM Nostalgia Jurnalisme di Acra Bukber Bareng Media
Rabu, 19 Maret 2025 - 22:09
Rektor UMM Nostalgia Jurnalisme di Acra Bukber Bareng Media
Rabu, 19 Maret 2025 - 22:09 | 1214
Keseruan Bukber ala tahun 80an UMM bareng awak media. Kamis (20/5/2025). (Humas UMM for JN)
Kota Malang, JN – Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Nazaruddin Malik SE MSi, terlihat menikmati nuansa pers ala tahun 80an pada agenda buka bersama (Bukber) bersama awak media.
Berlangsung di Aula Biro Administrasi Umum (BAU) UMM pada Senin 17 Maret 2025 lalu, Humas UMM dengan kreatif menyulap aula menjadi nuansa redaksi pers tempo dulu.
Dengan suguhan display tersebut, Nazaruddin nampak emosional, tidak mampu membendung rasa kangennya dengan dunia jurnalisme yang dulu ia pernah berkecimpung didalamnya.
Beberapa kali dalam kata sambutannya, ia mengimbau agar civitas akademika yang dulunya memiliki lembaga pers kampus, bisa kembali diaktifkan.

“Seiring berjalannya waktu, para jurnalis kampus turut berperan dalam merubah pandangan masyarakat tentang peran media dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Rektor UMM menegaskan, tujuan dari kegiatan ini sebagai pengingat bagi jurnalis kampus dan komersial bahwa sesungguhnya engine of growth atau mesin pertumbuhan bagi sebuah bangsa terletak pada literasi jurnalistik.
"Jurnalisme harus memberikan energi optimis dan positif bagi masyarakat. Sehingga mereka berani menjawab tantangan dan memecahkan persoalan” tukasnya.

Bahkan, Humas UMM juga melombakan kostum yang dipakai para jurnalis yang menghadiri acara Bukber, dengan hadiah sembako dan voucher Rais Hotel.
Pewarta dari Televisi Republik Indonesia (TVRI) Arief Masbuchin mendapatkan juara 3, sementara wartawan senior dari harian Bhirawa Mohamad Taufik menyabet juara 2, dan juara 1 diraih oleh wartawan Radio El Shinta, Aris.
Konsep vintage pada acara tersebut, Kepala Humas UMM Dr M Isnaini menjelaskan bahwa Kampus Putih UMM telah berkembang dari masa ke masa.

Terjadi perubahan luar biasa baik secara fisik maupun non fisik. Maka, dengan mengenakan pakaian 80an, ia berharap para tamu bisa kembali mengingat bagaimana perjuangan untuk memajukan UMM.
“Apalagi para awak media juga merupakan salah satu pihak yang memiliki peran penting dalam perkembangan UMM. Mengawal transformasinya, menerbitkan pemberitaan UMM yang berguna bagi masyarakat, dan menyebarkan value serta nilai edukasi pada publik,” katanya menambahkan.
Krisna, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa pihaknya juga mengundang para PIC humas dari di tiap-tiap fakultas dan para digital team serta influencer UMM.

Menurutnya, PIC humas fakultas sudah membantu dalam percepatan aliran informasi dan komunikasi, sehingga mampu memberikan kontribusi yang luar biasa dalam pemberitaan maupun konten.
“Hal serupa juga berlaku untuk teman-teman influencer yang tergabung dalam Digital Team UMM,”
Mereka dianggap turut membantu menyebarkan publikasi Kampus Putih yang edukatif dan menarik melalui kanal-kanal media sosial yang dimiliki.

“Berkat kerja keras Humas UMM dan dukungan dari para awak media, PIC fakultas, dan digital team, Alhamdulillah Humas UMM tiga tahun berturut-turut meraih penghargaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebagai Humas Terbaik Nasional,” tegasnya.
Sementara itu, mewakili awak media, Wartawan Tempo Abdi Purnomo menilai bahwa kinerja Humas UMM sangat luar biasa.
Mulai dari pembuatan konten di media sosial, publikasi berbagai temuan dan inovasi, serta lainnya. Khususnya dalam menyusun dan megirimkan rilis secara konsisten setiap hari. Baik itu dari aspek kuantitas maupun kualitasnya.

“Bahkan kalau boleh saya bilang, dibandingkan kampus atau institusi lain, UMM jadi kampus yang berada di jajaran atas dalam produksi rilis" tegas dia.
Berkat hal ini pula, Abel memandang, para wartawan juga secara tidak langsung terbantu dengan rilis-rilis yang dikirimkan.
"Semoga UMM semakin maju dna Humas bisa terus memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)
Pewarta: Zara Putri Islamia Aiska
Editor: Doi Nuri