UMM Resmikan GKB 5 Berkonsep Green Building, Jadi Pusat Pendidikan Medis Masa Depan
Kamis, 11 Juni 2026 - 16:56
UMM Resmikan GKB 5 Berkonsep Green Building, Jadi Pusat Pendidikan Medis Masa Depan
Kamis, 11 Juni 2026 - 16:56 | 1315
GKB 5 Berkonsep Green Building berlantai 11 dengan tinggi 45 meter. Kamis (11/6/2026). (Humas UMM for JN)
KOTA MALANG, jurnalnusa.com — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi meluncurkan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 yang berlokasi di kompleks Rumah Sakit UMM, Kamis (11/6/2026).
Gedung berlantai 11 dengan tinggi 45 meter yang mengusung konsep green building tersebut diresmikan langsung oleh Haedar Nashir dan diproyeksikan menjadi pusat pendidikan medis masa depan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES).
Dalam peresmian tersebut, Haedar Nashir memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan UMM yang dinilai konsisten melakukan inovasi dan pengembangan kampus.
Menurutnya, UMM telah berhasil menjadikan kawasan Rumah Sakit UMM sebagai pusat pendidikan kedokteran yang unggul dan menjadi rujukan bagi 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.
“UMM Malang telah membangun dasar kemajuan yang kuat dan menanamkan tradisi besar bagi seluruh sivitas akademika untuk selalu memiliki visi yang luas ke depan serta menjadi pelopor dalam kemajuan,” ujar Haedar.
Ia menambahkan, kehadiran GKB 5 menjadi simbol komitmen UMM dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan akhlak mulia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Gedung GKB 5, Rumah Sakit UMM, serta seluruh ekosistem kampus UMM menjadi bukti nyata Muhammadiyah yang terus maju, Islam yang berkemajuan, dan UMM sebagai pelopor kemajuan,” katanya.
Sementara itu, Rektor UMM, Nazaruddin Malik, menjelaskan bahwa salah satu keunggulan utama GKB 5 terletak pada proses pembangunannya yang dilakukan secara mandiri oleh internal kampus.
Menurutnya, proyek yang mulai dirintis sejak 2023 tersebut dirancang dan dikerjakan melalui sistem swadaya dan swakelola dengan melibatkan tenaga ahli UMM serta sejumlah konsultan pendukung.
“Gedung ini dibangun murni dengan swadaya dan swakelola, termasuk desain perencanaan sampai dengan pelaksanaannya oleh tim Universitas Muhammadiyah Malang beserta beberapa konsultan,” ungkap Nazaruddin.
Berdiri di atas lahan seluas dua hektare, GKB 5 dirancang sebagai bangunan tahan gempa dengan konsep ramah lingkungan.
Desain gedung difokuskan untuk mengurangi polusi, memaksimalkan pencahayaan alami, serta menjaga kualitas sirkulasi udara.
Fasilitas yang tersedia di dalamnya meliputi puluhan laboratorium berstandar internasional, sarana olahraga, sistem pengolahan limbah khusus yang terpisah, hingga auditorium berkapasitas besar untuk menunjang kegiatan akademik dan pengembangan kompetensi mahasiswa.
Nazaruddin berharap kehadiran GKB 5 dapat memperkuat kualitas pendidikan kesehatan di UMM sekaligus menjadi motivasi bagi kampus untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
“Mudah-mudahan peresmian ini sekaligus menjadi doa bagi kita semua dan UMM khususnya untuk berani maju terus ke depan memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa,” pungkasnya.
Peresmian GKB 5 menandai babak baru pengembangan pendidikan medis di UMM. Dengan integrasi fasilitas modern, teknologi pendidikan kesehatan, dan nilai-nilai keislaman, kampus tersebut semakin memperkuat posisinya dalam menyiapkan tenaga medis profesional yang siap menghadapi tantangan kesehatan global di masa mendatang. (**)
Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Doi Nuri