Bencana Sepanjang 2025 Tinggalkan Luka Kemanusiaan di Berbagai Daerah Indonesia
Kamis, 01 Januari 2026 - 19:11
Bencana Sepanjang 2025 Tinggalkan Luka Kemanusiaan di Berbagai Daerah Indonesia
Kamis, 01 Januari 2026 - 19:11 | 1080
Ilustrasi peristiwa bencana alam. Jum'at (2/1/2026). (Freepik)
Nasional, JN — Rangkaian bencana alam yang terjadi sepanjang tahun 2025 meninggalkan luka kemanusiaan yang mendalam di berbagai wilayah Indonesia.
Banjir, tanah longsor, gempa bumi, hingga erupsi gunung api tak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengubah kehidupan jutaan warga dalam sekejap.
Pulau Sumatra menjadi salah satu wilayah yang paling merasakan dampak tragedi tersebut. Sejak akhir November 2025, banjir dan tanah longsor melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.
Ribuan warga harus meninggalkan rumah mereka, sementara sebagian lainnya kehilangan anggota keluarga, harta benda, serta sumber penghidupan.
Hingga Kamis (1/1/2026), banjir dan longsor di Sumatra tercatat menyebabkan 1.157 orang meninggal dunia dan 165 orang dinyatakan hilang.
Namun di balik angka tersebut, terdapat kisah duka keluarga yang terpisah, anak-anak yang kehilangan tempat belajar, serta lansia yang harus bertahan di pengungsian dengan keterbatasan.
Kondisi pengungsi di sejumlah daerah masih memprihatinkan. Kebutuhan dasar seperti pangan, air bersih, layanan kesehatan, hingga dukungan psikososial menjadi persoalan utama, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan penyandang disabilitas.
Secara nasional, bencana banjir menjadi jenis bencana paling dominan sepanjang 2025. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, khususnya di Pulau Jawa dan Sumatra, menjadi kawasan paling terdampak.
Kepala Pusat Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan bahwa Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, dan Sumatra Utara tercatat sebagai provinsi dengan kejadian bencana tertinggi sepanjang tahun lalu.
Lalu di tingkat kabupaten dan kota, wilayah seperti Bogor, Kampar, Bima, Karawang, dan Siak menyumbang sekitar 30 hingga 40 persen dari total kejadian bencana nasional.
Hal ini mencerminkan tingginya kerentanan masyarakat terhadap bencana, terutama di kawasan padat penduduk dan wilayah rawan bencana.
Sepanjang 2025 hingga 31 Desember, BNPB mencatat total 3.223 kejadian bencana di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 1.587 orang meninggal dunia, 237 orang dinyatakan hilang, dan 5.713 orang mengalami luka-luka.
Lebih dari sekadar catatan tahunan, deretan bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas, kepedulian sosial, dan perlindungan kemanusiaan.
Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan harus berjalan seiring dengan penguatan empati, agar korban bencana tidak hanya dipandang sebagai angka, tetapi sebagai manusia yang membutuhkan perhatian dan harapan. (**)
Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri