Intensitas Hujan di Kota Batu Paksa PKL Tidak Merasakan Dampak Ekonomi Nataru
Minggu, 29 Desember 2024 - 04:07
Intensitas Hujan di Kota Batu Paksa PKL Tidak Merasakan Dampak Ekonomi Nataru
Minggu, 29 Desember 2024 - 04:07 | 1292
Pengaruh liburan Nataru terhadap penghasilan PKL masih belum memberikan dampak ekonomis karena faktor hujan. Sabtu (28/12/2024). (Pipit for JN)
Kota Batu, JN – Mulai banyaknya wisatawan yang memasuki Kota Batu pada liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 belum memberikan dampak ekonomis bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) di beberapa titik jalur alternatif.
Musim hujan dan arus lalu lintas di jalur utama yang belum mengalami kepadatan, dirasa oleh beberapa pedagang juga menjadi faktor.
Jumain misalnya, pedagang Es Degan di jalur alternatif Junrejo menuju Kota Batu mengaku fluktuasi penjualannya masih terbilang normal.
"Tidak jauh beda seperti hari biasa, sebab di jalur utama belum padat arusnya. Kalau di jalur utama padat atau macet, jalar alternatif ini pasti rame," terang dia.

Selain itu, faktor intensitas turunnya hujan di Kota Batu yang cukup intensif sejak sebelum Natal, dikatakan Jumain juga menjadi faktor sepinya pembeli.
"Orang males keluar, antara kondisi terang dan hujan lebih lama hujannya. Jadi ya sudah pasrah saja, kalau rezeki gak akan kemana," imbuhnya.
Sementara itu, PKL di Jalan Diran Kota Batu juga mengaku belum merasakan dampak signifikan dari arus liburan Nataru tahun ini.

Arif, pedagang siomay dan batagor di kawasan Jalan Diran depan SMPN 1 Batu mengatakan, sepinya pembeli selain faktor hujan dan arus lalu lintas, juga disebabkan persaingan dengan platform pemesanan makanan online.
"Karena di daerah sini termasuk pusat kota, jadi sudah mulai macet. Pembeli males keluar, apalagi hujan, akhirnya alternatif platform pesan makanan online yang lebih praktis jadi solusi, meski mungkin lebih mahal," katanya.
Selanjutnya, Arif berharap kepada petugas pengamanan Nataru agar bisa mengurai kemacetan, dengan harapan peluang peningkatan penjualan terjadi seperti tahun sebelumnya.
"Liburan sebelumnya saya jualan rame pembeli, sekarang penurunan penjualan saya dibanding hari biasa justru mencapai 70 persen. Semoga segera ada solusi dari pemerintah," harap dia.

Mengejutkan, nasib serupa ternyata juga dialami oleh para PKL di Alun-alun Kota Batu atas belum terasanya dampak ekonomi dari liburan Nataru 2024/2025 ini.
Ketua Paguyuban Niaga Sipil (PNS) Puspita Herdysari mengisahkan jika liburan Nataru kali ini adalah yang paling sepi dibandingkan kondisi liburan panjang di akhir tahun seusai Pandemi Covid-19.
Perempuan yang karib disapa Pipit itu mengatakan, faktur intensitas hujan menjadi penyebab utama penurunan pendapatan mereka di masa liburan, bahkan di klaim mencapai lebih dari 60 persen dari pendapatan hari biasa.
"Beberapa hari ini, wisatawan rame sejak siang hari, tapi belum lama wisatawan berbelanja, hujan sudah datang bahkan sampai banjir, akhirnya mereka bubar," kata Pipit.
Alun-alun Kota Batu disebut Pipit memiliki tipologi taman terbuka, jadi jika guyuran hujan turun, seketika akan membubarkan kerumunan orang yang semula menikmati sejuknya kota.
"Kalau dibandingkan liburan Nataru sebelumnya ya jauh pendapatan kami. Artinya kami belum bisa menikmati dampak ekonomi dari libur panjang ini. Tapi saya menyadari, karena ini memang faktor alam," tandas dia. (*)
Pewarta: Zara Putri Islamia Aiska
Editor: Doi Nuri