Jember Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Siapkan Distribusi Air Bersih dan Posko Siaga
Minggu, 26 April 2026 - 20:03
Jember Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Siapkan Distribusi Air Bersih dan Posko Siaga
Minggu, 26 April 2026 - 20:03 | 1072
Kepala BPBD Jember Edi Budi Susilo saat memberikan keterangan kepada awak media usai upacara hari HKB 2026. Ahad (26/4/2026). (Diskominfo Kabupaten Jember)
KABUPATEN JEMBER, jurnalnusa.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan menyusul potensi musim kemarau ekstrem yang diprediksi terjadi tahun ini.
Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, usai memimpin upacara Hari Kesiapsiagaan Bencana di Lapangan Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Ahad pagi (26/4/2026).
Menurut Edi, penetapan status siaga darurat didasarkan pada prakiraan musim dari BMKG yang memprediksi musim kemarau mulai berlangsung sejak akhir April dan mencapai puncaknya pada Agustus, dengan potensi kekeringan yang cukup ekstrem di sejumlah wilayah.
“Pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat sebagai langkah antisipasi. Kami ingin memastikan kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi potensi krisis air,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, BPBD Jember bersama organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimda, dan para pemangku kepentingan telah menyiapkan berbagai upaya mitigasi.
Salah satu diantaranya dengan mendirikan posko siaga di sejumlah titik strategis.
Kesiapan tersebut mencakup distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak, pemantauan wilayah rawan kekeringan, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna mempercepat respons apabila terjadi krisis air.
“Distribusi air bersih, pemetaan daerah rawan, hingga koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar penanganan bisa cepat dan tepat,” jelas Edi.
Selain ancaman kekeringan, BPBD Jember juga mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Untuk itu, pihaknya menggandeng sejumlah instansi seperti Perhutani, BKSDA, serta Dinas Kehutanan Jawa Timur guna memperketat pengawasan di kawasan hutan yang rawan terbakar.
Edi turut mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan lereng, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kesadaran masyarakat sangat penting untuk mencegah kebakaran yang bisa meluas dan sulit dikendalikan,” tegasnya.
Upacara Hari Kesiapsiagaan Bencana tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat OPD Pemerintah Kabupaten Jember, relawan tanggap bencana, serta pelajar di wilayah Kecamatan Silo. (**)
Pewarta: Rendika Rakita
Editor: Rio Mulyana Badia