Pipa Induk Jebol, Perumdam Among Tirto Bergerak Cepat Tangani Gangguan Air di Kota Batu
Jumat, 02 Januari 2026 - 13:13
Pipa Induk Jebol, Perumdam Among Tirto Bergerak Cepat Tangani Gangguan Air di Kota Batu
Jumat, 02 Januari 2026 - 13:13 | 1105
PDAM Among Tirto Kota Batu distribusikan air bersih kepada warga terdampak. Jum'at (2/1/2026). (Buang/JN)
KOTA BATU, jurnalnusa.com — Perumdam Among Tirto Kota Batu bergerak cepat menangani gangguan pasokan air bersih yang berdampak pada sekitar 5.000 sambungan rumah (SR), menyusul jebolnya pipa induk di Jalan Brantas, tepat di samping Klenteng Kota Batu, Kamis 1 Januari 2026 malam.
Begitu kebocoran terdeteksi sekitar pukul 21.00 WIB, tim teknis Perumdam Among Tirto langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penelusuran dan pengamanan jaringan, meski kejadian berlangsung di tengah puncak arus libur panjang Tahun Baru.
Direktur Utama Perumdam Among Tirto, Achmad Yusuf atau Gendon, mengatakan penanganan darurat dilakukan tanpa menunda waktu guna meminimalkan dampak gangguan kepada pelanggan.
“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak. Kami lakukan penelusuran jalur pipa hingga penggalian untuk memastikan titik kebocoran, meskipun kondisi lalu lintas di Jalan Brantas cukup padat,” ujar Gendon saat memantau langsung proses perbaikan, Jumat (2/1/2026).
Ia menjelaskan, pipa yang jebol merupakan pipa ACP (asbes) berdiameter 10 dim dengan usia yang sudah sangat tua. Getaran kendaraan selama libur panjang diduga menjadi pemicu kerusakan.
Untuk menemukan titik kerusakan, tim teknis melakukan penggalian sedalam 1,5 meter dan berhasil mengidentifikasi pipa yang pecah sekitar pukul 04.00 WIB dini hari.
“Setelah titik ditemukan, kami langsung fokus pada penyambungan pipa dan persiapan uji tekanan. Namun aliran air tidak bisa langsung dibuka penuh demi keamanan jaringan,” jelasnya.
Perbaikan pipa utama yang mengalirkan air dari sumber Banyuning menuju Tandon Abdulgani ditargetkan rampung dalam waktu 6–8 jam pada Jumat ini. Selanjutnya, normalisasi pasokan air akan dilakukan secara bertahap.
“Harus dilakukan flushing dan pembukaan aliran sedikit demi sedikit. Kalau dipaksakan, justru bisa merusak jaringan tersier,” tegas Gendon.
Meski proses perbaikan ditargetkan selesai hari ini, Perumdam Among Tirto memperkirakan normalisasi suplai air ke seluruh pelanggan membutuhkan waktu hingga 2×24 jam.
Gangguan distribusi air berdampak pada sejumlah wilayah utama Kota Batu, di antaranya kawasan Jalan Brantas, Ahmad Yani, Kartini, WR Supratman, Diponegoro, Imam Bonjol, dan beberapa ruas jalan lainnya.
Perumdam Among Tirto menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta memastikan komitmen pelayanan tetap menjadi prioritas.
“Kami berupaya maksimal agar layanan air bersih segera kembali normal. Terima kasih atas kesabaran masyarakat,” pungkasnya. (**)
Pewarta: Rendika Rakita Dewa
Editor: Doi Nuri